Senin 28 Juni 2021, 13:50 WIB

Panen Cabai Rawit di Temanggung Melimpah, Pasok Kebutuhan Idul Adha

mediaindonesia.com | Ekonomi
Panen Cabai Rawit di Temanggung Melimpah, Pasok Kebutuhan Idul Adha

Ist/Kementan
Lahan tanaman cabai rawit di Ngadirejo yang berada di lereng gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

 

NGADIREJO adalah sentra kawasan sayuran di lereng gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Di lokasi tersebut terdapat kampung cabai seluas 100 hektare, puncak panen diperkirakan akan terjadi pada Juli 2021 mendatang. Diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat ketika Idul Adha. 

Kembali bergejolaknya pandemi Covid-19 belakangan ini, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengingatkan jajarannya untuk bersatu padu menjadi garda terdepan dalam penyediaan pangan. Mulai dari petani, dinas hingga pemerintah pusat harus bersinergi agar stabilitas pasokan tetap terjaga. 

"Lebih lagi ini menjelang Idul Adha, kita harus pastikan pasokan cukup agar tidak ada gejolak harga yang memberatkan konsumen namun juga tetap menguntungkan petani," ucap Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto. 

Salah satu anggota Kelompok Tani Muda Sejahtera, Anton saat ditemui, Jum'at (25/06) menjelaskan bahwa kenaikan harga rawit yang terjadi beberapa hari terakhir bukan karena tidak ada panenan. 

"Hujan terus, jadi perubahan warna cabai dari hijau ke merah lebih lama. Biasanya pemetikan bisa dilakukan 4 hari sekali tapi jika hujan terus begini 5-7 hari sekali baru petik," ujar Anton. 

Menurutnya beberapa petani di wilayahnya menanam varietas lokal sendiri yang diberi nama dalem. Cabai ini cocok lebih tahan hama patek dan busuk batang yang biasa menyerang saat musim hujan. Hingga saat ini kondisi tanaman sehat meskipun intensitas hujan tinggi. 

Selain itu cabai varietas dalem ini juga memiliki kualitas buah yang lebih awet umur simpannya. Dalam suhu ruang, buah ini dapat bertahan hingga tujuh hari. 

"Kulit buah yang tebal membuatnya lebih tahan dan tidak mudah rusak. Biji buahnya pun lebih padat sehingga kuantitas per kilonya lebih sedikit dibanding cabai rawit varietas lainnya. Jika perawatan instensif, produktivitasnya dapat mencapai 18 ton per hektare," terangnya. 

Mendengar varietas baru yang dikembangkan petani, Dirjen Prihasto Setyanto mendukung untuk didaftarkan sesegera mungkin. 

"Terkait varietas cabai yang ditanam petani, pada prinsipnya jika varietas tersebut banyak keunggulannya, segeralah dinas membantu mendaftarkan benih tersebut ke Balai Penelitian Sertifikasi Benih supaya dapat disertifikasi,'" pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Joan Imanuella Hanna Pangemanan

NEXSPACE, Kompetisi Startup Kolaborasi Ideafest dan 11th Space 

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 25 September 2023, 06:00 WIB
NEXSPACE juga berfokus pada mendukung kepemimpinan generasi muda dan mengajak mereka untuk mengambil langkah-langkah menuju visi bisnis...
Dok.Ist

Kolaborasi dengan AICE, Teguk (TGUK) Hadirkan Produk Minuman Berbalut Es Krim

👤Abdillah M. Marzuqi 🕔Minggu 24 September 2023, 22:25 WIB
EMITEN minuman dengan merek Teguk PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) berkolaborasi dengan salah satu pemain utama industri es krim AICE...
Dok. Pribadi

Begini Solusi yang Ditawarkan Ganjar Terkait Polemik Perdagangan Daring

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 24 September 2023, 21:18 WIB
Menurutnya, negara tidak bisa melarang usaha seseorang yang tidak melanggar hukum. Namun negara bisa mengatur agar aktivitas seseorang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

MI TV

  • Presiden PKS Buka-Bukaan Soal Pasangan Amin

    Berikut petikan wawancara khusus wartawan Media Indonesia Ahmad Punto, Henri Salomo, Akhmad Mustain, dan Rifaldi Putra Irianto di kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Selengkapnya

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya