Kamis 10 Juni 2021, 12:52 WIB

LPEM UI: Tata Kelola Governance Kementan Sudah Sangat Baik

mediaindonesia.com | Ekonomi
LPEM UI: Tata Kelola Governance Kementan Sudah Sangat Baik

DOK KEMENTAN
Mentan Syahrul Yasin Limpo.

 

PENELITI Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), Riyanto mengatakan bahwa tata kelola (governance) di Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini sudah berjalan dengan sangat baik, dengan pengelolaan anggaran berjalan dengan akuntabilitas dan transparansi.

"Saya kira kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan juga sudah sangat tepat dan menyentuh secara langsung," ujar Riyanto, Kamis, 10 Juni 2021.

Menurut Riyanto, dengan tata kelola yang sangat baik, kinerja sektor pertanian juga dengan sendirinya akan terus menguat dan meningkat. Hal ini dibuktikan dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-5 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Dengan status WTP dari hasil audit BPK berarti tata kelola (governance) di Kementan sudah bagus dan makin memperkuat kinerja sektor pertanian," katanya.

Baca Juga: Komisi IV Dukung Pengembangan Teknologi dan Mekanisasi Pertanian

Sebagaimana laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2020 yang diterbitkan 31 Mei 2021, Kementerian Pertanian (Kementan) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk yang kelima kalinya secara berturut-turut. Prestasi ini sekaligus mencatat bahwa Kementan dinilai telah menjalankan pengelolaan anggaran secara akuntabel dan kredibel, transparan serta sesuai standar akutansi pemerintah.

Mengenai hal ini, Pengamat pertanian yang juga sekaligus Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmadja mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan prestasi yang luar biasa karena Kementan mampu menjaga instansinya secata baik.

"Ini prestasi yang luar biasa. Dan sebagai warga negara, kita patut memberi acungan jempol kepada Mentan SYL (Syahrul Yasin Limpo) yang tak henti-hentinya menekankan kepada Keluarga Besar Kementan untuk tetap menjaga akuntabilitas instansinya," katanya.

Entang mengatakan, penghargaan opini WTP adalah ukuran dari rangkaian kinerja Kementan dalam mengelola uang negara yang selama ini berjalan dengan baik dan benar. Walaupun begitu, ia berharap Kementan mampu mempertahankan capaian NTP yang saat ini sudah berjalan dengan baik.

"WTP boleh jadi merupakan ukuran kinerja dalam menggunakan uang negara secara baik dan benar. Terlebih Kementan mampu menyabet WTP selama 5 kali berturut-turut. Namun kita berharap ke depan bukan hanya WTP saja yang memperoleh nilai baik, namun juga kita patut mendorong Kementan, agar NTP jauh lebih tinggi lagi," katanya.

Wakil Sekjen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Zulharman Djusman mengapresiasi kinerja Kementan dalam mengelola uang negara selama beberapa tahun belakangan ini. Sehingga, kata dia, Kementan bisa 5 kali beruntun mendapat penghargaan yang sama, yakni opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"KTNA memberikan apresiasi kepada bapak menteri Syahrul Yasin Limpo yang telah mendapatkan penghargaan kesekian kali dari Badan Pemeriksaan Keuangan negara yaitu mendapatkan penghargaan WTP. Atas penghargaan ini KTNA berharap ke depan kementrian dapat lebih memperjuangkan lagi apa yang menjadi harapan para petani," tutupnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

coffeearks.com

Arabika Masih Jadi Primadona Ekspor Kopi Sumatra Utara

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 02:00 WIB
Ekspor kopi Sumatra Utara masih tetap didominasi jenis arabika, meski permintaan robusta masih tetap...
MI/Susanto

Perkuat Pencegahan Kejatahan Perbankan, LPS Gandeng Polri

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 16 Juni 2021, 00:25 WIB
Nota kesepahaman LPS dan Polri sangat penting bagi LPS untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan fungsi dan tugasnya sebagaimana diatur...
Ilustrasi

PHRI Setuju Hentikan Isolasi Mandiri di Hotel, Ini Alasannya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 23:29 WIB
Pembayaran terus ditunda sehingga berdampak pada operasional usaha. Hotel juga tidak bisa menerima tamu lain karena sudah dijadikan tempat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya