Rabu 09 Juni 2021, 15:50 WIB

Menperin Ungkap Investasi Kawasan Industri Kendal Tembus Rp19,2 T

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Menperin Ungkap Investasi Kawasan Industri Kendal Tembus Rp19,2 T

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Ilustrasi: Maket KIK Kendal

 

MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita terus memacu daya saing Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah, agar lebih terintegrasi sehingga dapat menjadi daya tarik bagi para investor.

Menurut Menperin, pengembangan KIK akan terus diakselerasi menjadi kawasan industri padat karya berorientasi ekspor. Hal ini diyakini dapat mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi covid-19.

“Kami mengapresiasi KIK saat ini sudah memiliki 66 tenant dengan capaian investasi sebesar Rp19,2 triliun. Investasi ini tentu memberikan multiplier effect (efek ganda) luas bagi perekonomian, di antaranya penerimaan devisa dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (9/6).

Dijelaskannya, sebanyak 49% investor KIK berasal dari Indonesia, kemudian 40% didominasi dari Tiongkok, Taiwan, dan sisanya dari Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, serta Malaysia. 

Pembangunan KIK pun direncanakan sampai tiga tahap dengan total lahan seluas 2.200 hektare untuk menjadi kawasan industri terpadu yang didukung oleh pengembangan zona industri, pelabuhan, kota fesyen, dan permukiman.

"KIK sebagai salah satu klaster terintegrasi yang dapat menjadi contoh terhadap pengembangan kawasan industri lainnya di Indonesia,” kata politikus Golkar itu.

Baca juga:  Area Komersial di Kawasan Industri Kendal Diminati Investor

Pembangunan KIK sendiri bekerja sama antara Indonesia dan Singapura, yang dibangun oeh PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd. asal Singapura. Beroperasinya KIK diresmikan langsung Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada November 2016 lalu.

Adapun usulan Kemenperin untuk menggenjot investasi KIK antara lain mendorong pembangunan pelabuhan, memfasilitasi harga gas yang kompetitif, dan mempercepat revisi Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Kendal-Demak-Ungaran-Salatiga-Semarang-Purwodadi.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Eko SA Cahyanto menuturkan saat ini KIK membutuhkan gas sebanyak 36,6 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

“Kebutuhan gas di Kendal akan lebih besar jika industri-industri lain di luar KIK sudah beroperasi,” pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

PLN Siap Dukung Sektor Bisnis hingga Tambang di Kalimantan

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 24 Juni 2021, 12:55 WIB
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan, Muhammad Iqbal Nur, pada acara 'Customer Smelters dan...
DOK KEMENTAN

Kandung Protein Tinggi, Permintaan Jamur Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 12:52 WIB
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Tommy Nugraha mengapresiasi petani muda yang melirik budidaya...
Dok. BRI Agro

Buat Community Branch, Strategi BRI Agro Layani Gig Economy dan Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 12:25 WIB
Dengan adanya Community Branch, BRI Agro dapat lebih unggul untuk tetap fokus pada layanan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya