Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MATA uang dolar AS sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (9/6), dengan volatilitas pasar mencapai level terendah dalam lebih dari setahun, karena investor menunggu sinyal yang lebih jelas tentang tingkat inflasi dan kebijakan bank sentral di seluruh dunia.
Dengan pembaruan inflasi yang diharapkan dari China, Eropa dan Amerika Serikat minggu ini dan pertemuan Bank Sentral Eropa yang akan datang pada Kamis (10/6/2021) diikuti oleh pertemuan Federal Reserve AS minggu depan, investor mata uang tampaknya gagal membuat kemajuan, sementara S&P 500 sedikit turun.
Pasar mata uang bergerak naik turun di antara harga tertinggi dan terendah berarti sebuah penurunan volatilitas. Indeks Volatilitas Mata Uang Deutsche Bank mencapai level terendah sejak Februari 2020.
“Semua mata uang utama mengalami reaksi yang tidak jelas saat ini saat mereka menunggu,” kata JB Mackenzie, direktur pelaksana berjangka dan valas di TD Ameritrade. “Kami menunggu angka inflasi untuk melihat bagaimana ekonomi berjalan. Apakah mereka sangat panas dan, jika demikian, apakah itu berarti akan ada reaksi dari bank sentral secara global?”
Pedagang pada Selasa (8/6/2021) mengirim imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang ke level terendah dalam lebih dari sebulan setelah sebuah laporan menunjukkan pemilik usaha kecil kurang percaya diri, dan mempersempit spread bagian kurva imbal hasil yang diawasi ketat.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,14 persen pada 90,0731. Sementara euro turun 0,09 persen terhadap greenback menjadi 1,2179 dolar AS.
Pound Inggris melemah 0,15 persen menjadi 1,4155 dolar AS dan dolar Australia merosot 0,21 persen menjadi 0,7739 dolar AS, dengan keduanya terjebak dalam kisaran yang terlihat selama beberapa bulan terakhir.
Mata uang kripto lebih fluktuatif pada Selasa (8/6/2021)u dengan Bitcoin terakhir turun 3,0 persen pada 32.544 dolar AS setelah mencapai terendah sesi di 31.025 dolar AS - juga level terendah sejak 19 Mei. Ether turun 7,0 persen pada 2.464,47 dolar AS. (ant/OL-13)
Baca Juga: Harga Emas Mulai Turun Tertekan Naiknya Dolar AS
Perencanaan keuangan keluarga Indonesia kini semakin dipengaruhi kebutuhan lintas negara, mulai dari pendidikan internasional hingga pengelolaan aset global.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.828 per dolar AS hari ini, Kamis (12/2). Simak analisis ICDX terkait dampak Nonfarm Payroll AS terhadap kurs domestik.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Nilai tukar Rupiah hari ini, Kamis 12 Februari 2026, dibuka melemah 25 poin ke level Rp16.811 per dolar AS dipicu data tenaga kerja AS yang solid.
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved