Senin 07 Juni 2021, 21:45 WIB

Produk Alternatif dengan Risiko Lebih Kecil bagi Penikmat Nikotin

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Produk Alternatif dengan Risiko Lebih Kecil bagi Penikmat Nikotin

DOK Pribadi.
.

 

SEIRING meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan tren di industri rokok konvensional yang mulai beralih ke rokok elektrik memunculkan produk-produk alternatif dengan risiko lebih kecil kepada penikmat nikotin. Seperti diketahui asupan nikotin dari asap rokok menimbulkan risiko efek samping bagi kesehatan, karena mengandung lebih dari 250 zat berbahaya.

"Tinjauan baru kami memperkuat temuan bahwa e-Cigg hanya sebagian kecil dari risiko merokok, setidaknya 95% lebih sedikit berbahaya dan risiko yang dapat diabaikan bagi para pengamat. Namun lebih dari separuh perokok memiliki keyakinan yang keliru bahwa e-Cigg sama berbahayanya dengan merokok atau mereka tidak mengetahui soal ini," ujar Kementerian Kesehatan Inggris (Public Health of England).

Public Health of England juga memperingatkan bahwa bahaya yang diakibatkan dari rokok konvensional 20 kali lebih besar dari rokok elektrik. "Banyak studi yang menunjukkan bahwa beralih dari rokok konvensional ke rokok elektrik berbasis uap (bukan asap) memberikan banyak benefit dan memperkecil risiko bagi konsumen. Dalam rangka mencari alternatif ini, MOVI (Ministery of Vape Indonesia) Bersama PT PUF Sains Lab telah mengadakan riset selama 2 tahun belakangan melalui teknologi Low Pressure Low Temperature (LPLT) dan High Pressure Low Temperature (HPLT) untuk menemukan pengganti nikotin yang tepat, sehingga bisa membantu perokok beralih dari rokok konvensional kepada rokok elektrik," jelas Dimasz Jeremia, CEO MOVI.

Kini MOVI (Ministery of Vape Indonesia) dan PT PUF Sains Lab mengembangkan jenis garam nikotin baru yang diberi nama NICSAL99+. Tidak seperti garam nikotin lain, NICSAL99+ memberikan sensasi tendangan yang jauh lebih halus dan nyaman di tenggorokan, sehingga dapat dipakai sebagai pengganti rokok konvensional sekaligus mengurangi risiko kesehatan konsumen dari asap rokok. Dimasz yang juga Penasihat Aliansi Vaper Indonesia menuturkan bahwa MOVI dan PUF Sains LAB ialah satu-satunya produsen natural extract tobacco yang menghadirkan sensasi kretek asli Indonesia dengan menggunakan ekstraksi tembakau lokal yang dibuat di lab MOVI sendiri.

Kesuksesan NICSAL99+ dibuktikan dengan jalinan kerja sama dengan merek e-liquid asal Amerika Serikat yaitu Five Pawns. CEO Five Pawns, Galvin Tucker, mengakui keunggulan dari NICSAL99+. Pada Juni ini, Five Pawns memberikan lisensi kepada MOVI untuk memproduksi e-liquid Five Pawns di luar California, USA, dengan menggunakan NICSALT99+. Five Pawns ialah merek legendaris dari California dan untuk pertama kali memberikan izin produksi e-liquid di luar fasilitas Five Pawn di Irvine, California.

"Indonesia adalah negara yang kaya. Tembakau dan cengkih kita diakui kualitasnya, tetapi sangat disayangkan merek dan produk rokok elektrik yang beredar di Indonesia kebanyakan berasal dari luar negeri," tutur Dimasz. Hingga saat ini banyak komoditas Indonesia yang diekspor dalam bentuk mentah, kemudian dijual kembali ke dalam negeri dengan harga mahal. Untuk menjadi negara maju, lanjutnya, Indonesia membutuhkan engineering dan science know how. (RO/OL-14)

Baca Juga

Ist/Kementan

Tata Kelola Budi Daya yang Baik Hasilkan Pisang Kualitas Ekspor

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 15:56 WIB
Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, memiliki program Kampung Hortikultura yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya...
Ist/Bpjamsostek

BPJAMSOSTEK Dukung Perekonomian Nasional Melalui Kerja Sama Investasi dengan Pertamina Group

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 13:34 WIB
Kerja sama ini ditujukan untuk mensinergikan sumber daya yang dimiliki dalam melakukan kerja sama investasi khususnya melalui instrumen...
Ist/Dok.MI

Situasi Ekonomi pada PPKM Level 4 akan Lebih Berat

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 12:34 WIB
Ekonom Bhima Yudhistira mengatakan tekanan ekonomi pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 akan lebih...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya