Senin 07 Juni 2021, 15:53 WIB

Utang Menggunung, Dua Armada Garuda Disita Pemilik Pesawat

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Utang Menggunung, Dua Armada Garuda Disita Pemilik Pesawat

ANTARA FOTO/Ampelsa
Ilustrasi Garuda

 

PT Garuda Indonesia (GIAA) mengembalikan dua armada B737-800 NG kepada salah satu lessor pesawat. Hal ini diketahui karena maskapai nasional itu memiliki utang segunung yang mencapai Rp70 triliun.

"Ini merupakan bagian dari langkah strategis Garuda Indonesia dalam mengoptimalisasikan produktivitas armada," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan resmi yang diterima wartawan, Senin (7/6).

Kode panggilan (callsign) di pesawat Garuda pun diketahui berubah dari PK atau Indonesia menjadi VQ atau Bermuda. Hal ini disampaikan oleh Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagyo dalam akun Facebook-nya.

Dia menyimpulkan, dengan pergantian kode pesawat itu karena Garuda menunggak leasing.

"Mengapa call sign PK (Indonesia) di pesawat Garuda Indonesia di hanggar itu hilang dan berganti dengan call sign VQ (Bermuda). Apa artinya? Artinya Pesawat yang disewa GA tersebut sudah dikembalikan atau diambil oleh lessornya karena Garuda menunggak leasingnya," sebut Agus.

Baca juga: Garuda Terlilit Utang, DPR: Pemerintah Kurang Konsisten Membantu

Saat dikonfirmasi, Agus menerangkan foto pesawat Garuda yang diunggah di laman media sosialnya itu yang berubah kode, berada di hanggar bandara Malaysia.

"Itu di hanggar di Malaysia. Mungkin setelah disita oleh lessor karena enggak bayar. Kini dari 142 yang bisa diterbangkan tinggal 41 (armada Garuda). Makanya susah untuk cari tiket," klaimnya.

Agus juga mengatakan, dalam informasi situs penerbangan Flightradar 24, pesawat Garuda juga dikatakan nyaris tidak terlihat karena sudah jarang terbang.

Sebelumnya diberitakan, Garuda Indonesia akan merestrukturisasi bisnis dengan memangkas setengah jumlah armada pesawat yang dioperasikan. Sebab, maskapai nasional itu berusaha untuk bertahan dari krisis utang akibat pandemi covid-19.

"Kami memiliki 142 pesawat dan perhitungan awal kami agar pemulihan ini telah berjalan. Kami akan beroperasi dengan jumlah pesawat tak lebih dari 70 unit," jelas Irfan Setiaputra dalam rekaman pidatonya pada 19 Mei lalu dilansir Bloomberg, Senin (24/5). (OL-4)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

Ist/Kementan

Tata Kelola Budi Daya yang Baik Hasilkan Pisang Kualitas Ekspor

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 15:56 WIB
Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, memiliki program Kampung Hortikultura yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya...
Ist/Bpjamsostek

BPJAMSOSTEK Dukung Perekonomian Nasional Melalui Kerja Sama Investasi dengan Pertamina Group

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 13:34 WIB
Kerja sama ini ditujukan untuk mensinergikan sumber daya yang dimiliki dalam melakukan kerja sama investasi khususnya melalui instrumen...
Ist/Dok.MI

Situasi Ekonomi pada PPKM Level 4 akan Lebih Berat

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 12:34 WIB
Ekonom Bhima Yudhistira mengatakan tekanan ekonomi pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 akan lebih...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya