Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Pandemi COVID-19 membuat semua industri terdampak, tak terkecuali perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang kuliner atau food and beverages (F&B).
CEO & Co-founder Kenangan Group Edward Tirtanata membagikan sejumlah kiat bagi para pelaku perusahaan rintisan kuliner agar tak hanya bertahan, namun juga semakin bertumbuh di tengah tantangan pandemi.
"Kiat paling utama di luar dari customers fisrt, adalah teknologi. Kita dari Kopi Kenangan bisa survive karena produk kami bisa di-order melalui layanan on demand seperti pesan antar dan aplikasi kita," kata Edward saat ditemui di Jakarta, Selasa (25/5).
"Jadi, meskipun tidak ada customer yang datang dan meramaikan tempat Anda, Anda selalu bisa mendapatkan order secara online dari customer di sekitar," ujarnya melanjutkan.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa teknologi kini bisa dibilang merupakan salah satu elemen penting bagi perusahaan. "Teknologi harus di-embrace, dan diintegrasikan ke bisnis kita, agar bisnis kita berlanjut dan berkepanjangan," kata Edward.
Tantangan
Saat disinggung mengenai tantangan di industri kuliner di masa pandemi, Edward mengatakan bahwa ketertarikan masyarakat sebagai konsumen untuk menikmati hidangan dan layanan di rumah makan masih belum seramai ketika pandemi belum menghantam dunia termasuk Indonesia.
"Tantangannya, orang-orang masih takut untuk keluar rumah, otomatis, kunjungan di tempat makan akan berkurang. Sama halnya seperti jika kita melihat (keramaian) di mal juga ada perubahan, tidak seramai dulu sebelum pandemi," kata Edward.
Menurut dia, membuat bisnis kuliner dengan konsep "grab and go" -- mungkin bisa membantu pengusaha untuk beradaptasi menghadapi penurunan kunjungan ke rumah makan atau kafe.
"Brand-brand yang punya toko grab and go, malah cenderung baik dan survive. Kopi Kenangan pun, kini bukan hanya survive, tapi juga double (keuntungan berlipat). Bahkan kita sudah punya banyak gerai. Itu adalah sesuatu yang sangat kita banggakan karena adanya grab and go ini kita selamat dari pandemi," jelas Edward.
"Kita on track untuk double revenue dari Agustus lalu hingga sekarang, by orders," imbuhnya.
Ia menambahkan, penting bagi pemilik usaha kuliner untuk mengenal tempat yang strategis guna meraih pasar dan mendekatkan diri kepada masyarakat. "Tempat-tempat yang ramai, sekarang jadi tidak ramai lagi, karena orang-orang ada di rumah. Maka dari itu, Kopi Kenangan banyak ekspansi ke tempat-tempat yang residencial, dimana kita bisa mendekatkan diri ke customer," pungkas Edward. (Ant/OL-12)
Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk bersantai dan menikmati hidangan lezat bersama orang terdekat.
SOFITEL Bali Nusa Dua Beach Resort mengajak Anda merayakan Tahun Baru Imlek melalui “Flavours of Prosperity”, sebuah perayaan makan malam yang menyambut hangat tahun kuda.
Perayaan Natal tidak hanya identik dengan dekorasi meriah dan momen kebersamaan keluarga, tetapi juga dengan ragam makanan khas Natal dari berbagai negara.
ibis Styles Medan Pattimura mempersembahkan rangkaian acara yang dirancang untuk memberikan pengalaman Natal dan Tahun Baru yang menyenangkan
Thailand dikenal dengan kulinernya yang kaya rempah, bercita rasa kuat, dan mudah diterima lidah orang Indonesia.
Chef Syrco sering mengundang para produsen, petani, dan nelayan untuk merasakan sendiri hasil bumi mereka di restorannya.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved