Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGSA perdagangan Indonesia masih cukup besar datang dan pergi dari Tiongkok. Hal itu terlihat dari data perdagangan ekspor dan impor April 2021 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (20/5).
Dalam laporan BPS, tercatat ekspor Indonesia ke Tiongkok pada April 2021 terjadi kenaikan US$201,2 juta. Komoditas utama yang dikirim ke Negeri Tirai Bambu ialah besi dan baja, bahan bakar mineral, dan minyak nabati. Sedangkan impor yang dilakukan Indonesia dari Tiongkok tercatat mengalami kenaikan hingga US$597,6 juta. Komoditas yang mendominasi kegiatan impor nasional ialah telepon seluler.
Baca juga: RNI Targetkan Produksi Gula Capai 282 Ribu Ton dari Jawa
Itu menjadikan Tiongkok sebagai pangsa ekspor dan impor terbesar Indonesia. Tercatat per April 2021 share nilai ekspor ke Tiongkok mencapai 22,4% dari total ekspor nasional dengan nilai US$3,93 miliar. Sedangkan nilai impor mencapai US$4,58 miliar, atau 32,10% dari nilai impor nasional.
“Jadi impor kita dari Tiongkok share-nya 32,10%, banyak sekali barang-barang yang kita impor dari Tiongkok,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (20/5).
Dalam laporannya pula, BPS mencatat Indonesia mengalami defisit neraca dagang hingga US$652,1 juta dari Tiongkok pada April 2021. Itu terjadi karena impor yang dilakukan Indonesia mencapai US$4,58 miliar dan nilai ekspor hanya US$3,96 miliar.
Selain dengan Tiongkok, Indonesia juga mengalami defisit neraca dagang dari Australia sebesar US$418,3 juta. Tercatat nilai impor Indonesia dari Australia mencapai US$644 juta dan nilai ekspor hanya US$225,7 juta. Begitu pula dengan Thailand, Indonesia mencatatkan defisit sebesar US$248,1 juta lantaran nilai impor tercatat US$768,3 juta, lebih tinggi dari nilai ekspor US$520,2 juta.
Sedangkan Indonesia tercatat mengalami surplus dari Amerika Serikat sebesar US$1,217 miliar lantaran nilai ekspor ke Negeri Paman Sam menapai US$2,03 miliar, lebih tinggi dari nilai impor US$815,3 juta. Surplus juga terjadi dengan Filipina sebesar US$554,1 juta dan dengan India sebesar US$439,9 juta.
“Ekspor kita ke AS memiliki share 11,60%, dan ekspor utamanya adalah karet dan barang dari karet, alas kaki, pakaian, dan aksesoris,” pungkas Suhariyanto. (OL-6)
Ketegangan AS-Kanada memuncak. Donald Trump mengancam tarif impor 100% setelah PM Carney menyepakati kemitraan strategis dengan Tiongkok.
Peneliti Tiongkok melalui misi Chang’e 6 mengungkap mengapa sisi jauh Bulan berbeda dengan sisi dekat. Temuan isotop kalium berikan bukti hantaman purba.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Honor meluncurkan Honor 500 Pro Molly edisi ulang tahun ke-20 hasil kolaborasi dengan Pop Mart. Smartphone edisi terbatas ini hadir dengan desain eksklusif, kamera 200MP, dan baterai 8.000mAh.
SEBUAH ledakan hebat mengguncang pabrik baja di wilayah utara Tiongkok pada Minggu (18/1), menewaskan sedikitnya dua orang. Insiden tersebut juga menyebabkan puluhan orang terluka.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved