Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (Persero) tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan minyak dan gas multinasional asal Amerika Serikat, ExxonMobil, dalam pengembangan teknologi rendah karbon.
Kedua perusahaan berencana mengembangkan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) untuk menekan emisi karbon.
“Rencana kerja sama dengan ExxonMobil ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo. Melakukan transformasi bisnis ke arah green economy yang berfokus pada energi baru dan terbarukan (EBT)," jelas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam keterangan resmi, Rabu (12/5).
Baca juga: Pengembangan Ekonomi Hijau Tekan Impor dan Jaga Lingkungan
Pengembangan tersebut berupaya dalam enhance oil and gas recovery atau mengeksploitasi minyak di sumur Pertamina. Tujuannya, meningkatkan produksi migas negara.
Adapun pada rencana kerja sama ini, Pertamina bersama ExxonMobil akan melakukan kajian dalam pengembangan dan penerapan teknologi rendah karbon. Sehingga, dapat mencapai emisi net-zero dalam mempromosikan global climate goals.
Baca juga: Di Hannover Messe, Pertamina Pertegas Dukungan Transisi Energi
Teknologi CCS diaplikasikan melalui penerapan proses injeksi CO2 ke dalam lapisan subsurface, untuk diterapkan pada depleted reservoir di wilayah kerja Pertamina. Serta, mengkaji potensi skema hubs and cluster.
Selain itu, aplikasi teknologi ini dapat diterapkan pada produksi blue hydrogen, dengan penangkapan karbon yang dikombinasikan teknologi CCS. Aplikasi lain yang akan dikaji dari CCUS, yaitu pemanfaatan CO2 yang diubah menjadi produk bernilai tambah. Penerapannya dilakukan di industri hulu dan hilir migas.(OL-11)
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Indonesia Solar Summit (ISS) 2025 mengambil tema Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action.
Instalasi panel surya merupakan lanjutan dari proyek serupa di kantor pusat Mowilex di Jakarta pada 2022 lalu.
PRESIDEN Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 55 pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi, termasuk milik Medco.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Kedua perguruan tinggi menargetkan kontribusi lebih besar menciptakan pendidikan berkualitas bagi industri dan masyarakat.
Inisiatif ini menyoroti pentingnya hubungan budaya dalam kemitraan yang berkelanjutan antara Australia dan Indonesia.
Kemitraan strategis ini menegaskan posisi Todak Academy sebagai salah satu pemimpin regional dalam pengembangan talenta digital masa depan di kawasan ASEAN.
Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting penerapan sanksi sosial sebagai alternatif hukuman pidana,
Pertemuan ini menjadi tonggak awal terbentuknya Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved