Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan seluruh jajaran menteri untuk mengakselerasi penerapan ekonomi hijau.
Upaya tersebut harus dilakukan untuk memaksimalkan seluruh potensi di Tanah Air. Sehingga, bisa menekan laju impor dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menyebut salah satu cara yang dinilai ampuh untuk masuk ke ekonomi hijau adalah mengembangkan pemakaian energi baru terbarukan (EBT).
"Tadi kami sampaikan kepada Bapak Presiden, dalam upaya pengurangan emisi, Indonesia perlu mendorong sumber EBT sebagai bauran energi nasional," ujar Arifin seusai mengikuti rapat paripurna di Istana Negara, Selasa (20/4).
Baca juga: Pemerintah Dorong Pembangunan Industri Berkelanjutan
Saat ini, lanjut dia, pemanfaatan EBT di Tanah Air baru sebesar 10,5 giga watt (GW) atau hanya 2,5% dari total potensi. Pada 2025, pemerintah menargetkan penggunaan EBT bisa dimaksimalkan hingga 24 ribu GW atau sekitar 28%.
"Untuk mencapai target itu, backbone-nya tentu dari pembangkit listrik tenaga surya. Kita berharap dalam perkembangannya, pembangkit tersebut bisa semakin makin ekonomis," imbuh Arifin.
Hilirisasi batu bara juga masuk ke dalam rancangan kerja yang mendukung ekonomi hijau. Diketahui, Indonesia merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di dunia.
Sayangnya, produk tersebut kerap diekspor dalam jumlah besar secara mentah, tanpa menghasilkan nilai tambah. Padahal, batu bara bisa diolah menjadi berbagai produk, seperti metalurgi batu bara, batu bara kokas dan gas, yang ironisnya selama ini masih diimpor.
Baca juga: Potensi Capai 417 GW, Energi Terbarukan Terus Diupayakan
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menekankan bahwa pemerintah berupaya mengembangkan bahan bakar solar dengan bauran minyak kelapa sawit hingga 100%.
"Idenya, kita bisa menghasilkan bensin, diesel maupun avtur 100% dari bahan baku kelapa sawit. Saat ini, dengan menggunakan katalis dari ITB, kita sudah uji coba di kilang minyak Pertamina. Harapannya, bisa masuk skala produksi," jelas Bambang.
Kemenristek juga tengah mengembangkan biogas yang memanfaatkan limbah sisa sawit, untuk kemudian digunakan sebagai tenaga pemasok listrik di perkebunan sawit. Hal yang tidak kalah penting ialah pengembangan baterai lithium yang diharapkan menjadi pengganti BBM pada kendaraan bermotor.
"Semua upaya pengembangan EBT ini sejatinya memiliki tujuan yang jelas, yakni mengurangi impor dan menjaga kelestarian lingkungan," tutupnya.(OL-11)
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Sepanjang tahun 2025, NBRI mencatat sejumlah capaian strategis, antara lain penguatan kapasitas SDM nasional melalui program pelatihan, Battery School, dan industrial training.
KOMISI XII DPR meminta pemerintah memastikan bahwa rencana pembangunan 50 pembangkit listrik berbasis sampah tidak berujung mangkrak karena persoalan biaya.
Rancangan pembangunan jaringan interkoneksi antarpulau telah ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
SURVEI ARCI menyatakan sebanyak 75,5 persen warga Jawa Timur menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran di bidang energi.
UPAYA pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel), terhabat karena ketergantungan energi fosil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved