Selasa 11 Mei 2021, 20:47 WIB

Mentan SYL: Porang Bisa Jadi Booster Sektor Pertanian 

mediaindonesia.com | Ekonomi
Mentan SYL: Porang Bisa Jadi Booster Sektor Pertanian 

DOK KEMENTAN
Mentan Syahrul Yasin Limpo (tengah).

 

PEMERINTAH tahun ini akan serius menggarap porang sebagai program super prioritas. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat bersama jajaran dinas pertanian, industri, ekportir dan petani porang membahas langkah upaya pengembangan komoditas porang di ruang rapat AWR Kementan, Selasa (11/5). 

Tanaman porang, saat ini memang sedang menjadi primadona karena fungsinya yang beragam. Kandungan terbesar berupa glukomanan dapat digunakan sebagai pangan fungsional untuk diet, anti diabetes dan kolesterol, farmasi, media tanam, kosmetik, dan masih banyak manfaat lainnya. 

Bahkan beberapa waktu lalu Presiden Jokowi secara khusus meminta Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan serius mengembangkan porang dan sarang burung walet. Tidak mengherankan karena nilai ekspornya diakui semakin meningkat.

Baca Juga: Permintaan Ekspor Meningkat, Tanaman Porang Jadi Primadona

Pada kesempatan tersebut, Mentan SYL berharap porang dan sarang burung walet menjadi booster baru untuk menjadi pendapatan baru sektor pertanian. “Porang ini sebelumnya adalah komoditas di kehutanan dan tahun lalu kita ambil alih menjadi komoditas binaan Kementerian Pertanian. Alhamdulillah setelah kita ambil alih terjadi peningkatan budidayanya, seperti porang ini dari luas tanam semula 19 ribu hektare naik jadi 47 ribu hektare,” ujarnya. 

Mentan SYL menyatakan siap kembangkan porang dan sarang burung walet sebagai penguatan akselerasi pertanian. “Mulai hari ini setiap jajaran dinas pertanian dorong produksi porang dan sarang burung walet. Mumpung harga masih mahal ayo kita tanam cepat-cepat,” sebut SYL. 

Ia menambahkan porang  bukanlah tanaman baru, bisa tumbuh di mana saja, tidak terlalu sulit pemeliharaan dan hasilnya tinggi. Maka dari itu Kementan ingin tangani secara serius dari hulu hilir. Modalnya, bibitnya, budidaya, pelatihan, pemeliharaan sampai dengan pasca panennya. 

Baca Juga: Desa Sindangasih Pelopori Budi Daya Tanaman Porang di Cianjur

Mentan SYL berharap budidaya porang menjadi bentuk kawasan luas. “Saya akan senang jika ada yang konsentrasi sampai 1.000 hektare. Segera akan saya undang Bupati-Bupati yang berminat untuk kita lakukan komitmen bersama membangun porang ini,” tandas SYL. Ia meyakinkan sepanjang skala ekonomi memenuhi maka pemerintah akan mengawal untuk permodalannya. 

Arahnya tahun ini konsentrasi ekspor dalam bentuk chip maupun tepung, tahun kedua olah sendiri, tahun ketiga industrinya dibuat sendiri dari dalam negeri. Permintaaan dari 22 negara meledak maka sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan. Mentan kembali menekankan tidak ada ekspor bibit keluar karena itu tanaman asli Indonesia yang harus dijaga kelestariannya. 

Di tempat sama, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan pendekatan membangun porang harus skala kawasan. Sebaran terbesar saat ini  di Jatim, NTT, Sulsel, Jateng dan NTB. “Kami ingin kelompok tani supaya bermitra dengan industri. Harapannya petani tidak menjual basah, bisa ke bentuk chips bahkan tepung,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama  PT Asia Prima Konjac Revie Christianto Gozali, salah satu eksportir porang mengatakan siap menampung hasil panen petani porang dari seluruh Indonesia. Dalam setahun pabrik itu baru mendapat sekitar 20 ribu ton dan dinilai masih kurang. “Jadi kami memang pertama di Madiun untuk menampung produksi umbi porang yang makin meningkat kebutuhannya," ujar Revie.

“Kami selaku perusahaan mengapresiasi upaya pemerintah untuk mendukung peningkatan produksi porang dalam negeri, khususnya bapak Menteri Pertanian,” tambahnya. 

Berdasarkan pengalamannya, peluang porang saat ini masih sangat besar dan Revi yakin bahwa Porang Indonesia mampu memenuhi pasar dunia. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para eksportir yaitu mampu menjaga kualitas produknya. 

Revi meminta para eksportir porang untuk dapat memperhatikan kualitas dari porang yang akan diekspor, kasus masa lalu tidak boleh terulang di mana ekspor porang asal Indonesia ditolak masuk ke Tiongkok karena tidak memenuhi standar. “Dengan menjaga kualitas saya rasa kita mampu memenuhi kebutuhan pasar, karena potensi sumber daya alam dan pemerintahnya mendukung” pungkas revi. 

Sebagai gambaran, Kementan menargetkan luas tanam porang bisa mencapai 100.000 ha dan ekspor 92,755 ton chip kering. Ekspor saat ini tercatat ke 16 negara dan terbesar ke Tiongkok.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor produk pertanian naik 15, 54% tahun 2019 sebesar Rp390,16 triliun menjadi Rp450,79 triliun. Khusus untuk porang, pada 2019, berkontribusi sebesar 11.721 ton dengan nilai Rp644 miliar. Ini meningkat pada tahun 2020 menjadi 20.476 ton dengan nilai Rp924,3 miliar. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok.Ist

LPCK Laporkan Pendapatan dan EBIDTA Tumbuh Dua Digit

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 17:46 WIB
Pra Penjualan hingga Juni 2022 telah mencapai 44 % dari target FY22 Perseroan sebesar Rp1,45...
Ist

Gobel Sebut Rempah dan Kuliner adalah Kekuatan Ekonomi Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 17:34 WIB
Belanda datang menjajah bukan mencari bahan tambang, tapi justru mencari rempah-rempah, kata Rachmat...
DOK Pribadi.

Terus Berinovasi saat Pandemi, Greet Night Wear Raih Penghargaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:00 WIB
Greet Night Wear penghargaan itu karena memenuhi beberapa indikator di antaranya pengakuan dari berbagai elemen sebagai standar prestasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya