Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, Idul Fitri akan memberi dampak pada tingkat inflasi meski ada pelarangan mudik. Menurutnya, inflasi pada Mei 2021 nanti akan mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya.
"Hitungan kasar saya, dengan kondisi demikian, inflasi secara umum akan berada di kisaran 0,15% sampai 0,2% (month to month/mtm) di bulan Mei ini," tuturnya saat dihubungi, Minggu (9/5).
Yusuf bilang, sejak memasuki bulan Ramadan di medio April, potensi penaikan inflasi telah terlihat. Salah satu yang paling mencolok ialah terjadinya kenaikan harga pangan strategis seperti daging sapi, telur ayam ras, hingga bawang.
Meski tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan, selisih perubahan harga itu akan memengaruhi tingkat inflasi. Apalagi, imbuh Yusuf, kelompok pengeluaran pangan memiliki andil yang besar terhadap tingkat inflasi.
"Inflasi sub-kelompok pangan merupakan kelompok inflasi yang mempunyai kontribusi besar dalam penghitungan inflasi secara keseluruhan. Jadi itu akan berpengaruh," jelas Yusuf.
Lebih lanjut, peningkatan inflasi secara menyeluruh itu juga akan didorong oleh meningkatnya inflasi inti. Inflasi inti merupakan komponen pembentuk inflasi yang menggambarkan daya beli.
Yusuf bilang, inflasi inti akan meningkat seiring dengan bertenggernya Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia di level ekspansi dan menunjukkan naiknya permintaan kepada industri pengolahan.
"Di sisi lain, masyarakat yang mendapatkan THR juga berpeluang mendorong spending mereka di bulan ini. Secara anekdotal kita bisa melihat ini pada ramainya pusat-pusat perbelanjaan menjelang hari lebaran di beberapa kota besar di Indonesia. Sehingga daya beli masyarakat akan relatif lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga ini akan tergambar pada angka inflasi inti nanti," pungkasnya. (OL-8)
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Kenaikan harga di pasar tradisional terjadi pada telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, daging sapi, beras premium dan sayuran
komoditas yang kini menjadi perhatian utama adalah cabai. Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram atau mengalami penyesuaian kecil sekitar 0,55 persen.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved