Minggu 25 April 2021, 13:50 WIB

Kemenperin Dorong Industri untuk Optimalkan Pengelolaan Lingkungan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kemenperin Dorong Industri untuk Optimalkan Pengelolaan Lingkungan

dok.kemenperin
Kepala BBTPPI Kemenperin Titik Purwati Widowati

 

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) kembali menegaskan pentingnya industri harus mengedepankan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Sebaimana konsep industri hijau yang digaungkan Kemenperin dan arahan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang.

Selaras dengan kebijakan tersebut, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) melalui satuan kerjanya, Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) menyelenggarakan webinar BISIK TARI (Bincang Asyik Seputar Industri) dengan tema “Strategi Mempertahankan Proper Kala Pandemi Covid-19” sebagai inisiasi upaya pendampingan pengelolaan lingkungan pada industri. Terkait webinar dimaksud, Plt. Kepala BBTPPI, Titik Purwati Widowati, menyampaikan tujuan pelaksanaan acara tersebut.

"Dihadiri sekitar 230 peserta webinar, ide besar di balik tema yang diusung webinar ini adalah adanya keinginan BBTPPI Semarang untuk sharing bersama terkait pentingnya beyond compliance bagi industri yang dibutuhkan dalam penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) dan bagaimana mempertahannya saat kondisi pandemi seperti sekarang ini," ungkap Titik.

Dalam sambutan Kepala BSKJI, yang diwakili oleh Kepala Pusat Industri Hijau, R. Hendro Martono, disampaikan bahwa sektor industri menjadi salah satu sektor pendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tercatat pada triwulan IV tahun 2020 beberapa industri telah tumbuh positif, seperti industri logam dasar tumbuh 11,46%, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 8,45%, industri makanan & minuman sebesar 1,66%, serta beberapa sektor industri lainnya juga telah menunjukkan pertumbuhan yang positif.

"Pertumbuhan ini harus diimbangi dengan perubahan pola pikir dan pola bisnis pada industri untuk  menjadi industri yang efisien dan efektif serta taat pada aturan yang terkait dengan lingkungan hidup agar tidak terjadi konsumsi dan penggunaan sumber daya alam yang berlebihan,” ungkap Hendro.

Melalui UU No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, Kemenperin telah mengedepankan konsep-konsep Industri Hijau pada industri untuk mencapai tujuan mewujudkan industri yang mandiri, berdaya saing, dan maju. Disamping itu, konsep ekonomi sirkular yang digaungkan Kemenperin juga diharapkan akan mampu mendorong pertumbuhan industri-industri baru yang ramah lingkungan serta mampu meningkatkan daya saingnya, khususnya dalam mendukung ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon melalui pendekatan 5 R yakni Reuse, Reduce, Recycle, Repair, dan Recovery.

Selanjutnya, Fitri Harwati, salah satu pembicara webinar dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menyampaikan bahwa goal pencapaian proper ini adalah perusahaan melakukan bisnis yang bertanggungjawab sosial dan beretika serta melakukan perbaikan kinerja pengelolaan lingkungan hidup secara terus- menerus. Pemahaman yang benar terhadap PermenLHK No 01/2021 tentang Proper akan membantu perusahaan memahami secara utuh dalam menerapkan pengelolaan lingkungan hidup.

Program efisiensi dapat dilakukan semua perusahaan sebagai salah satu langkah dalam pemenuhan persyaratan Proper, dapat berupa efisiensi energi dan air, penurunan emisi, 3R pada limbah B3 dan Non 3, keanekragaman hayati, dan Community Development. "Pemanfaatan Steam dari Waste Heat Boiler (WHB) Asam Sulfat sebagai Drying di Unit Purified Gypsum pada perusahaan kami dapat mencapai nilai efisiensi hingga Rp 4.6 Milyar. Modifikasi equipment pembakaran sulfur mampu menurunkan beban emisi SO2 sebesar 102 ton/ tahun. Langkah inovasi perusahaan terus dilakukan sebagai komitmen kami menjaga lingkungan,? ujar salah satu narasumber, Joko Raharjo, SVP Teknologi PT. Petrokimia Gresik.

Optimalisasi Life Cycle Assessment (LCA) menjadi sangat penting diperlukan sebagai upaya pemenuhan PermenLHK No 01/2021 tentang Proper. LCA merupakan metode untuk mengetahui Aspek & Dampak Lingkungan Potensial dari siklus daur hidup produk.

"LCA yang tepat akan membawa dampak baik bagi industri dan lingkungan berupa efisiensi proses produksi, peningkatan inovasi pada seluruh tahapan proses produksi, peningkatan peluang pasar, dan lain sebagainya,” tutur Nasuka, perekayasa BBTPPI sebagai salah satu narasumber webinar. (OL-13)

Baca Juga: Satu Warga Negara Jepang Diisolasi Saat Masuk Indonesia

Baca Juga

MI/BAYU ANGGORO

Bank BJB Tetap Catatkan Pertumbuhan Positif

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 22:40 WIB
Bank BJB berhasil membubuhkan laba bersih Rp1,4 triliun atau tumbuh 17,5% secara year on...
Ist

Perhutani Raih BUMN Corporate Brand Award 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 22:10 WIB
Dalam kondisi pandemi covid-19 ini, penguatan brand equity menjadi kunci yang sangat penting bagi perusahaan...
Dok. PT  PKB

Kilang Pertamina Balikpapan Terus Ukir Milestone

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 20:39 WIB
Pemasangan Propylene Splitter ini merupakan momentum penting mengingat peralatan ini termasuk dalam Long Lead...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Era Penuh Harapan di Dusun Bondan

Energi terbarukan mengangkat Dusun Bondan di Cilacap dari keterpurukan. Kini, warga selangkah lagi menggapai kesejahteraan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya