Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia akan mengumumkan hasil rapat kebijakan moneter pada Selasa (20/4) besok. Bank Sentral dinilai perlu mempertahankan suku bunga acuan pada 3,5%. Tujuannya, menjaga stabilitas keuangan dan nilai tukar, berikut mendukung pemulihan ekonomi.
Hal ini berdasarkan pandangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI). Dengan berlanjutnya tren pemulihan domestik, semakin memperbesar momentum potensi pemulihan ekonomi. Tentunya didorong percepatan vaksinasi covid-19 dan stimulus pemerintah.
Kendati demikian, tidak seperti biasanya, inflasi tetap rendah pada periode awal Ramadan. Dari sisi eksternal, ketidakpastian sebagian besar berasal dari perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Baca juga: Ekonom: Ruang Pemotongan Suku Bunga BI kian Terbatas
Perkembangan vaksinasi, pasar tenaga kerja yang membaik dan inflasi yang lebih tinggi dari proyeksi, membawa kabar baik tentang perekonomian. Hal itu mendorong investor untuk menempatkan aset ke instrumen safe haven. Kondisi ini memberikan tekanan pada rupiah yang terdepresiasi menjadi Rp14.572 terhadap dolar AS pada akhir Maret.
"Meski inflasi masih rendah, BI perlu mempertahankan suku bunga acuannya di 3,5% pada bulan ini. Untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan mendukung momentum pemulihan ekonomi," ujar ekonom dari LPEM FEB UI Teuku Riefky, Senin (19/4).
Angka inflasi belum cukup menggambarkan terjadinya pemulihan ekonomi selama awal 2021. Masa libur akhir tahun yang sudah selesai, diiringi dampak pandemi covid-19 yang masih berjalan, secara signifikan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat.
Baca juga: Menkeu Ingatkan Refocusing TKDD Bantu Pemulihan Ekonomi
Terlihat nilai inflasi masih mencatatkan tren penurunan pada Maret 2021. Setelah sebelumnya juga menunjukkan pola yang sama pada Februari 2021. Nilai inflasi tahunan pada bulan ini berada pada angka 1,37% (yoy), atau sedikit lebih rendah dibandingkan angka bulan lalu, yakni 1,38% (yoy).
Pada basis yang sama yakni angka tahunan, inflasi inti tercatat turun dari 1,53 (yoy) pada bulan lalu, kemudian menjadi 1,21% (yoy) pada bulan ini. Beberapa faktor yang umumnya mendorong kenaikan inflasi, seperti persiapan menyambut Ramadan, ternyata belum memberikan dampak pada angka inflasi.
"Namun, dimulainya Ramadan dan persiapan menjelang Idulfitri pada Mei diharapkan mendorong kenaikan angka inflasi," papar Riefky.(OL-11)

Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved