Jumat 16 April 2021, 08:31 WIB

Gerakan P2L, Konsep Microgreen Pas untuk Budidaya Edible Flowers

mediaindonesia.com | Ekonomi
Gerakan P2L, Konsep Microgreen Pas untuk Budidaya Edible Flowers

Ist/Kementan
Argiculture War Room Kementan menampilkan petani edible flower.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) mendorong gerakan mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui program pekarangan pangan lestari (P2L).

Gerakan ini merupakan solusi pemenuhan pangan keluarga yang sehat dan kaya akan kandungan gizi baik, sehingga mampu menekan angka stunting.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi, P2L merupakan salah satu upaya manifestasi penguatan ketahanan pangan yang meliputi tiga aspek yaitu penguatan ketersediaan pangan, aksesibilitas pangan, dan penguatan pemanfaatan pangan, 

“Jadi kita dorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) sehingga mendukung upaya penurunan angka stunting kita. Itu sangat tergantung pada penguatan pemanfaatan pangan,” ujar Agung. 

Dia juga menambahkan, bahwa di era pandemi ini masyarakat perlu didorong tidak hanya mampu memproduksi pangan sendiri dari pekarangan, tetapi juga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga. 

Peneliti pada Badan Litbang Kementan, Indarti Puji Lestari mengatakan bahwa gerakan P2L bisa dimulai dengan mengenali cara dan media tanam yang baik dan benar. Salah satunya dengan menerapkan konsep microgreen.

"Budidaya microgreen itu banyak dilakukan dalam ruangan pencahayaan lampu dan media tanam hidroponik, sehingga mampu mempengaruhi nutrisi kualitas benih," ujar Indarti dalam webinar Berkebun di era new normal Covid-19, Kamis (15/4/2021).

Menurut Indarti, konsep tanam microgreen memiliki keunggulan pada umur panen yang lebih cepat. Kemudian penggunaan air yang lebih sedikit, lalu tanpa pengaruh iklim dan media tanah serta hemat tempat dan memiliki tingkat kesuburan yang tinggi.

"Produk baru dipanen muda 7-14 hari HST dan daun segi pertama muncul. Dari situ tampilan lebih menggoda mungil dan kaya warna, kemudian juga sensasi rasa baru dan kandungan nutrisi yang cukup tinggi," katanya.

Dalam webinar yang sama, perajin sekaligus pekebun edible flowers, Eva Lasti Apriyani Madarona mengatakan bahwa konsep microgreen sangat cocok dalam mengembangkan peluang usaha tanaman hias, khususnya edible flowers yang bisa dikonsumsi masyarakat.

"Edible flower itu adalah bunga bunga yang bisa dimakan, tapi tidak beracun. makanya tanpa pestisida dan bahan kimia. Pengembangan bisnis bunga ini cocok dan sejalan dengan konsep microgreen," katanya.

Secara singkat, Eva mengatakan, edible flowers memiliki manfaat yang besar, khususnya bagi kesehatan. Misalanya, bunga ini mampu menghasilkan serat banyak dan memiliki warna warni yang bagus untuk dioksida. Artinya, kata dia, edible flowers sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan, batuk, radang, kantung kemih dan menghaluskan kulit.

"Nah, untuk cara mengkonsumsi edibel flowers jangan asal makan. Misalnya makan tanaman yang ada di pinggir jalan itu rentan terkena kimia dari asap knalpot dan debu debuan. Jadi harus ada konsep budidaya tanam yang baik," katanya.

Eva menambahkan, peluang bisnis bunga edible flowers sangat besar karena sudah memiliki pasar tetap. Apalagi saat ini banyak restoran dan hotel sudah membuka akses beli dengan permintaan yang besar.

"Peluang usaha edibel flowers itu sangat besar, karena bunganya bisa kita jual, bibitnya bisa dijual atau mengolah jadi puding dan kue kue lain. yang penting orang tau dulu kita punya apa," tutupnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist/Bea Cukai

Ini Cara Bea Cukai Dukung UMKM Naik Kelas Melalui Pasar Ekspor

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 12:19 WIB
Bea Cukai bersinergi dengan berbagai instansi dan lembaga membangun pemberdayaan UMKM dalam mendorong ekspor produk dalam...
Ist/Bea Cukai

Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Kenalkan Ciri-Cirinya kepada Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 12:03 WIB
Salah satu upaya yang dilaksanakan Bea Cukai dalam menekan peredaran rokok ilegal ialah melalui kegiatan...
MI/Haryanto Mega

Perlu Transparansi dalam Penetapan Harga Jual Pertalite

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 11:52 WIB
Penggunaan formula yang tepat akan menghasilkan harga JBBKP yang sesuai dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya