Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendukung pengembangan wisata berbasis alam dan budaya di Sumatra Barat.
Dia mendorong agar pemerintah daerah setempat mengemas potensi-potensi wisata menjadi lebih berkualitas.
Hal itu disampaikan seusai beraudiensi dengan 11 bupati dan wali kota Sumatra Barat beserta Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade di Jakarta, Selasa (13/4).
"Kita punya kekayaan sumber daya alam dan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif tapi bagaimana kita meningkatkan nilai tambahnya," ucap Sandiaga dalam keterangannya.
Pengembangan potensi wisata ini, lanjutnya, juga perlu diselaraskan dengan pengembangan desa-desa wisata di provinsi yang juga dikenal dengan sebutan Ranah Minang itu. Menurut Sandiaga, desa wisata dapat membuka peluang sektor usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi covid-19.
Ia mencontohkan pengembangan tersebut dengan diraihnya sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan oleh Desa Wisata Kubu Gadang yang berada di Kota Padang Panjang.
"Pandemi ini akan mengubah peta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Saya juga akan menyempatkan diri berkunjung ke Sumatra Barat," kata Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.
Selain pengembangan desa wisata, Sandiaga juga menekankan pentingnya digitalisasi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatra Barat. Menurutnya, digitalisasi juga berperan penting dalam upaya meningkatkan kualitas sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di sana.
"Ini juga masuk ke dalam pengembangan desa wisata dan juga ekonomi kreatif kedepannya," ucapnya.
Dijelaskan, kesebelas bupati dan wali kota Sumatra Barat yang hadir dalam audiensi dengan Sandiaga adalah Bupati Agam Andri Warman, lalu Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, dan Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Solok, Medison. (OL-8)
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
SANDINATION Academy bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar Offline Mentoring Rocket Incubation 2026 di Aula Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/2).
BANGUN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Bank Infaq, NRC, dan Gentanala menggelar pelatihan olahan limbah kayu di Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (6/2).
INOTEK Foundation bersama Indonesia Setara Foundation menggelar Kick Off Program Kota Emas 2026 (Kota Ekonomi Maju dan Sejahtera) di PLUT-KUMKM Surakarta beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE FOREVER melanjutkan program pemberdayaan perempuan melalui Inkubasi Bisnis UMKM Tahap 2.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame kepada 50 ibu rumah tangga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved