Rabu 14 April 2021, 14:32 WIB

BI Tak Gegabah Terbitkan Mata Uang Digital

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
BI Tak Gegabah Terbitkan Mata Uang Digital

AFP
Logo mata uang digital Bitcoin

 

BANK Indonesia ogah terburu-buru menerbitkan mata uang digital untuk diedarkan kepada masyarakat. Mata uang digital bank sentral (Centraln Bank Digital Currency) oleh BI masih menjadi kajian dan pembahasan.

Demikian disampaikan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta dalam taklimat media secara virtual, Rabu (14/4)."CBDC di internasional lagi dibicarakan. Kita mengikuti perkembangan yang ada dan kita melakukan assestment, melakukan assestmentnya itu komprehensif," ujarnya.

Dia bilang, CBDC bukan sekadar mekanisme pembayaran atau transaksi, melainkan lebih dari itu. Oleh karenanya, BI akan terus mengkaji sejalan dengan perkembangan yang terjadi dan melihatnya dari berbagai aspek.

Kemanfaatan, dan risiko dari CBDC juga turut menjadi perhatian mendasar bank sentral dalam melakukan kajian. Selain itu indikator perekonomian seperti kondisi makro, moneter, dan stabilitas sistem keuangan nasional juga menjadi bahan pertimbangan BI.

“Semua negara sedang mempelajari hal tersebut. Jadi tidak bisa kalau ada satu yangg menggunakan atau menerbitkan CDBC, lalu kita ikut-ikutan. Kita harus melihat apa benefitnya, apakah itu saudah bisa dipenuhi oleh sistem yang ada. Kita punya blueprint sistem pembayaran Indonesia,” imbuh Filianingsih.

"Sembari mengerjakan itu, kita juga melakukan assestment dan assestementnya komprehensif dari berbagai aspek," pungkasnya.

CBDC merupakan representasi digital uang yang menjadi simbol kedaulatan suatu negara. Bank sentral negara terkait menerbitkan CBDC danitu kemudian menjadi bagian dari kewajiban moneternya. Setidaknya saat ini terdapat dua bank sentral yang gencar mendorong penerbitan CBDC yakni bank sentral Swedia dan Tiongkok. (OL-13)

Baca Juga: Mata Uang Digital Kini Dapat Ditukar Mobil Mewah

Baca Juga

Antara/Adeng Bustomi

Produksi Listrik PGE 2020 Lebihi Target 14%

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 10 Mei 2021, 11:35 WIB
Pencapaian PGE  menyumbangkan 31% produksi geothermal nasional 2020 yang ditetapkan Kementerian ESDM sebesar 14.774 Giga Watt Hour...
Antara/Hafidz Mubarak

Pertumbuhan Kuartal II 2021 Diprediksi Belum Capai 7%

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 10 Mei 2021, 11:04 WIB
Program vaksinasi diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan diri pelaku usaha dan juga...
Dok.SAMF

Saraswanti Optimistis Tumbuh di 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 10 Mei 2021, 08:45 WIB
Sepanjang Januari-Maret 2021, emiten berkode saham SAMF itu mengantongi pendapatan mencapai Rp296,72 miliar atau tumbuh...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berharap tidak Ada Guncangan Baru

LAPORAN Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021 tumbuh di angka -0,74% (year on year/yoy).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya