Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menjabarkan sampai dengan Selasa (13/4), terdapat 20 perusahaan dalam proses evaluasi pencatatan saham BEI.
"Kami masih menunggu perusahaan BUMN maupun entitas anak BUMN untuk masuk bursa," kata Nyoman dalam keterangan yang diterima, kemarin.
Daftar sektor dari 20 perusahaan yang ada di pipeline IPO saham yaitu sebanyak tiga perusahaan dari sektor material dasar, dua perusahaan dari sektor industrials, satu perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, enam perusahaan dari sektor consumer cyclicals, tiga perusahaan dari sektor properti & real estate, tiga perusahaan dari sektor teknologi, dan dua perusahaan dari sektor energi.
"Terdapat 3 dari 20 perusahaan yang akan melakukan IPO dengan skema berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017," kata Nyoman. POJK tersebut tentang Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu oleh Emiten dengan Aset Skala Kecil atau Emiten dengan Aset Skala Menengah.
Sebagai informasi tambahan, saat ini terdapat 19 perusahaan dalam pipeline obligasi/sukuk yang akan tercatat di bursa dengan total target emisi sebesar Rp19,85 triliun.
"Kemudian ada tiga perusahaan di antaranya merupakan perusahaan baru yang akan mencatatkan Obligasi/Sukuk perdana dengan nilai target emisi sebesar mencapai Rp5,1 triliun yang salah satunya adalah anak perusahaan BUMN," tutup Nyoman. (E-3)
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi luas guna memastikan ekosistem pasar yang lebih kredibel, adaptif, serta kompetitif di tingkat internasional.
SOROTAN lembaga pemeringkat dan indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Moody’s Ratings terhadap Indonesia dinilai memiliki dampak yang cukup serius.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan investor.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved