Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh di angka 4,9% di 2021 dan merangkak naik menjadi 5,4% di 2022.
"Survei memproyeksikan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan pulih sebesar 4,9% pada 2021 dan 5,4% pada 2022," ujar Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurría dalam Konferensi Pers OECD Economic Survey of Indonesia 2021, Kamis (18/3).
Dalam survei itu, OECD juga mendapati pandemi covid-19 menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah stabil selama dua dekade terakhir. Untuk itu, pemerintah disarankan untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat lembaga dan tata kelola perusahaan milik negara.
Berbagai hal itu perlu dilakukan guna memperkuat pembangunan ekonomi pascapandemi. Dalam survei itu pula OECD menyebutkan agar Indonesia perlu memperbaiki sistem kesehatan terlebih dulu untuk menghilangkan guncangan ekonomi dari dampak pandemi.
Dukungan pemerintah berupa stimulus fiskal untuk rumah tangga dan dunia usaha perlu dilanjutkan. Dengan langkah itu, daya beli, dan penyerapan tenaga kerja diharapkan akan meningkat.
Baca juga : Kredit Terkontraksi Lebih Dalam pada Februari
Selain itu, perbaikan iklim investasi bagi dunia usaha juga disarankan untuk terus ditingkatkan. "Ketidakpastian masih akan membebani investasi dan pariwisata sehingga kemungkinan besar akan tetap tertekan untuk beberapa waktu," kata Angel.
OECD juga menyarankan agar Indonesia menambah kapasitas pendidikan penjuruan dan pelatihan kerja. Itu dengan penekanan dan fokus pada digitalisasi agar bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, proyeksi ekonomi Indonesia dari OECD itu merupakan motivasi bagi pemerintah. Sebab, sebelumnya OECD memprediksi ekonomi Indonesia di 2021 hanya tumbuh 4%.
Dia juga memastikan pemerintah telah dan akan merespon dinamika dari pandemi. Dari sisi anggaran, pemerintah memperlebar defisit dari kebijakan anggaran yang sebelumnya mengharuskan di bawah 3%.
"Kami harus mengakui ini adalah luar biasa dan situasi yang sangat menantang. Pemerintah Indonesia telah merespon situasi tersebut," pungkasnya. (OL-7)
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Pemerintah dan pelaku usaha mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk merealisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap kelompok kelas menengah bawah menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar khususnya bagi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved