Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh di angka 4,9% di 2021 dan merangkak naik menjadi 5,4% di 2022.
"Survei memproyeksikan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan pulih sebesar 4,9% pada 2021 dan 5,4% pada 2022," ujar Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurría dalam Konferensi Pers OECD Economic Survey of Indonesia 2021, Kamis (18/3).
Dalam survei itu, OECD juga mendapati pandemi covid-19 menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah stabil selama dua dekade terakhir. Untuk itu, pemerintah disarankan untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat lembaga dan tata kelola perusahaan milik negara.
Berbagai hal itu perlu dilakukan guna memperkuat pembangunan ekonomi pascapandemi. Dalam survei itu pula OECD menyebutkan agar Indonesia perlu memperbaiki sistem kesehatan terlebih dulu untuk menghilangkan guncangan ekonomi dari dampak pandemi.
Dukungan pemerintah berupa stimulus fiskal untuk rumah tangga dan dunia usaha perlu dilanjutkan. Dengan langkah itu, daya beli, dan penyerapan tenaga kerja diharapkan akan meningkat.
Baca juga : Kredit Terkontraksi Lebih Dalam pada Februari
Selain itu, perbaikan iklim investasi bagi dunia usaha juga disarankan untuk terus ditingkatkan. "Ketidakpastian masih akan membebani investasi dan pariwisata sehingga kemungkinan besar akan tetap tertekan untuk beberapa waktu," kata Angel.
OECD juga menyarankan agar Indonesia menambah kapasitas pendidikan penjuruan dan pelatihan kerja. Itu dengan penekanan dan fokus pada digitalisasi agar bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, proyeksi ekonomi Indonesia dari OECD itu merupakan motivasi bagi pemerintah. Sebab, sebelumnya OECD memprediksi ekonomi Indonesia di 2021 hanya tumbuh 4%.
Dia juga memastikan pemerintah telah dan akan merespon dinamika dari pandemi. Dari sisi anggaran, pemerintah memperlebar defisit dari kebijakan anggaran yang sebelumnya mengharuskan di bawah 3%.
"Kami harus mengakui ini adalah luar biasa dan situasi yang sangat menantang. Pemerintah Indonesia telah merespon situasi tersebut," pungkasnya. (OL-7)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved