Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Kamis (18/3) terkait keputusan suku bunga kebijakan dan langkah stabilisasi keuangan dan moneter.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI memandang Bank Indonesia harus lebih berhati-hati terhadap peningkatan risiko eksternal.
Meskipun inflasi rendah masih terus berlanjut yang menandakan permintaan agregat masih lemah, Bank Indonesia harus memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah di bulan ini, yang tengah terdepresiasi sebesar 3,7% (ytd) hingga pertengahan Maret 2021.
“Kami melihat bahwa BI perlu menahan suku bunga kebijakan pada 3,5% bulan ini sebagai langkah pencegahan untuk menstabilkan rupiah,” kata Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky, Rabu (17/3).
Masih lemahnya permintaan agregat seiring dengan berakhirnya periode libur, mengakibatkan inflasi Februari 2021 masih di bawah kisaran target Bank Indonesia. Inflasi Februari tercatat sebesar 1,38% (yoy), turun dari 1,55% (yoy) pada Januari 2021.
Ini merupakan inflasi umum tahunan terendah dalam tujuh bulan atau sejak Agustus 2020.
Baca juga : Menunggu Rilis Suku Bunga, IHSG Berpeluang Bergerak Terbatas
“Mempertahankan pandangan kami dari bulan lalu, kami tidak melihat adanya kenaikan tajam pada inflasi dalam waktu dekat karena daya beli yang menurun,” kata Riefky.
Secara bulanan, inflasi umum turun dari 0,26% (mtm) pada bulan pertama 2021 menjadi 0,1% (mtm) pada Februari 2021. Penurunan inflasi umum disebabkan oleh kombinasi dari inflasi inti yang terkendali dan deflasi barang bergejolak yang mengimbangi inflasi harga yang diatur pemerintah.
Inflasi inti tercatat 0,11% (mtm) pada Februari 2021, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 0,14% (mtm).
Selain permintaan yang masih lemah, penurunan harga emas sebesar 6,71% pada Februari 2021 merupakan penyebab penurunan inflasi inti.
Harga emas telah turun sepanjang tahun 2021 setelah melonjak pada tahun 2020 karena penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS serta kepercayaan yang meningkat seiring dengan peluncuran berbagai macam vaksin.
Barang bergejolak tercatat deflasi sebesar 0,01% (mtm), jauh lebih rendah dibandingkan Januari sebesar 1,15% (mtm).
Deflasi ini disebabkan oleh turunnya harga beberapa komoditas seperti cabai, tomat, telur, dan daging ayam. Untuk harga kelompok barang yang diatur pemerintah, inflasi pada Februari 2021 tercatat 0,21% (mtm), naik lebih tinggi dari deflasi sebelumnya sebesar 0,19% (mtm).
“Hal ini disebabkan tarif maskapai mulai kembali ke level normal setelah akhir tahun dan pemerintah menyesuaikan tarif untuk beberapa ruas jalan tol,” kata Riefky. (OL-2)
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ingin tukar uang baru untuk Lebaran 2026? Simak panduan lengkap cara daftar di PINTAR BI, jadwal resmi, hingga syarat penukaran paket Rp5,3 juta. Cek linknya di sini!
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
BI ingin menjamin masyarakat agar saat menjalani ibadah keagamaan tersebut harga-harga pangan terjangkau dan tersedia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved