Selasa 09 Maret 2021, 17:36 WIB

Gerakkan Ekonomi Daerah 3T Melalui Penyaluran Bantuan Pemerintah

mediaindonesia.com | Ekonomi
 

KEBERADAAN BRI di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), memiliki peran penting terhadap perputaran ekonomi di daerah terluar. Keterbatasan infrastruktur serta medan yang tidak mudah, menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pemasar BRI, atau akrab disebut Mantri BRI, dalam menjalankan tugasnya.

Mantri BRI tidak hanya mengemban tugas pemasaran, namun juga turut andil tugas mulia dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta menyukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Salah satunya yakni pengalaman Mantri BRI dari Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Hendri. Pria berusia 27 tahun ini menjalani tugas untuk mendekatkan akses keuangan kepada masyarakat. Secara geografis, wilayah kerja Hendri masuk dalam kategori kawasan terdepan atau perbatasan Indonesia. Galing merupakan kecamatan di Sambas yang hanya berjarak beberapa kilometer dari perbatasan dengan Malaysia.

Baca Juga: Mantri BRI Turut Berperan Bantu Usaha Mikro

Hendri merasa profesi yang dilakoninya sebagai mantri BRI di kawasan terdepan memberikan manfaat kepada masyarakat serta berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Saat ini, dirinya sudah genap satu tahun menjadi mantri. Persis selama setahun ini pula ia harus bekerja dengan banyak penyesuaian lantaran terjadinya pandemi Covid-19.

Dia mengungkapkan, penyebaran pandemi Covid-19 otomatis mengubah pola dan teknis kerja mantri. Pertama, pekerjaan harus dilakukan dengan protokol kesehatan. Kedua, mantri juga harus semakin sering berhadapan dengan debitur yang terdampak usahanya akibat pandemi.

Mayoritas nasabah BRI di Galing adalah petani karet, lada, sawit, dan sayur-sayuran. Hendri berkata, bisnis mereka terdampak cukup parah lantaran distribusi produk pertanian ke Malaysia tak lagi bisa dilakukan bebas, pasca penutupan perbatasan akibat pandemi.

Baca Juga: Kisah Pemasar Mikro BRI yang Selektif Salurkan KUR Saat Pandemi

“Tapi di sini nasabah yang mengajukan restrukturisasi kredit hanya sedikit, yang banyak itu justru penerima bantuan-bantuan seperti BPUM, totalnya di Kecamatan Galing ada sekitar 300-an nasabah,” tuturnya.

Hendri kerap memudahkan masyarakat untuk mendapatkan hak mereka di sela kesibukannya menjalankan pendampingan dan tugas sebagai Mantri. Ia menyadari bahwa bantuan stimulus dari pemerintah harus disalurkan dengan tepat sasaran sehingga berdampak positif pemulihan ekonomi. “BPUM memberikan efek positif karena masyarakat menggunakannya dengan baik seperti belanja dan memenuhi kebutuhan, hal tersebut membuat roda ekonomi berputar,” imbuhnya.

Dengan penuh antusiasme ia juga menghampiri nasabah penerima bantuan yang lama tidak mencairkan haknya, karena halangan infrastruktur dan sinyal telekomunikasi menghambat nasabah mendapatkan informasi soal penyaluran bantuan. “Kami bantu itu, apabila nasabah tidak terima notifikasi karena susah sinyal dan lainnya, kami bantu mengunjungi nasabah tersebut. Kami biasa lakukan itu saat jalan survei dan pendampingan,” tutupnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Ist/Astra

Astra dan Kemenhub Serahkan Bantuan Sosial Kepada Masyarakat di Bandung

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 21:24 WIB
Bantuan diserahkan kepada masyarakat penyelenggara transportasi di Kota Bandung diantaranya pengemudi ojek online dan konvensional, supir...
MI/Vicky Gustiawan

KKP : Sektor Perikanan Tumbuh 9,69% di Kuartal II 2021

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 21:18 WIB
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia triwulan II-2021 tumbuh 7,07% dari triwulan II 2020 year on year...
dok.kementerian koperasi dan UKM

Teten Sebut Kondisi UMKM Sudah Hampir Normal

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 21:15 WIB
Dia juga menjelaskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM pada triwulan II 2021 juga sudah terserap 58,09 persen dari total...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kelola Sampah Makanan Kurangi Efek Gas Rumah Kaca

INDONESIA merupakan negara penghasil sampah makanan terbanyak kedua di dunia.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya