Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PAMDEMI covid-19 yang melanda sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia memang telah memunculkan beragam kebiasaan baru. Salah satunya adalah proses jual beli.
Masyarakat kini lebih memilih melakukan transaksi leat online. Kebiasaan baru itu secara langsung atau tidak mempercepat proses digitalisasi yang memang dicanangkan pemerintah.
Untuk itu Standard Chartered Bank Indonesia ingin menggugah pikiran para nasabah serta menggagas perspektif baru dalam perencanaan keuangan mereka dalam acara tahunan mereka World of Wealth (WOW) (sebelumnya bernama Wealth on Wealth) ke-17 yang akan dilaksanakan secara daring. Apalagi acara itu biasanya menjadi rujukan nasabah dalam membuat keputusan investasi, pengelolaan kekayaan, dan arahan kebijakan perusahan milik para nasabah.
Baca juga: Industri Keuangan Syariah Tumbuh Positif di Tengah Pandemi
“Terlepas dari berbagai tantangan yang kita hadapi akibat pandemi, gejolak politik dan dinamika pasar domestik tahun lalu, kami melihat para nasabah semakin berpindah ke layanan digital. Kami optimis terhadap 2021 dan kami akan terus menguatkan penawaran di segmen menengah ke atas melalui berbagai kampanye," ujar Head of Consumer, Private and Business Banking, Standard Chartered Bank Indonesia, Jeffrey Tan.
“Dalam dua tahun terakir kami secara konsisten menambahkan lebih banyak pilihan produk untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Tahun lalu kami menambahkan green fund pertama ke dalam portofolio kami dan tahun ini kami berencana untuk menambah lebih banyak produk berprinsip keberlanjutan lainnya. Di segmen bancassurance, kami bangga bermitra dengan Prudential untuk meluncurkan PruLife Harvest Plan, produk pensiun baru yang eksklusif untuk klien Standard Chartered, yang menawarkan nilai tambah tidak hanya untuk pemegang polis, tetapi juga untuk keluarga,” tambah Head of Wealth Management,
Meru Arumdalu.
“Tahun ini, Wealth Management akan memperluas pilihan produk dengan prinsip
berkelanjutan/ESG, produk offshore atau yang berorientasi USD (selain dari pilihan ekstensif produk dalam negeri/Rupiah kami), dengan fokus industri yang akan lebih condong ke sektor teknologi. Di segmen bancassurance, kami akan meluncurkan produk perlindungan & investasi menyeluruh, yang memungkinkan fluiditas yang lebih tinggi dan manajemen arus kas yang lebih baik untuk klien. Secara keseluruhan, kami meneruskan upaya kami untuk secara konsisten
menawarkan lini produk keuangan holistik, berorientasi gaya hidup, dan berpusat pada nasabah, yang memungkinkan kami untuk semakin berasimilasi ke dalam kehidupan nasabah dan membantu mereka,” ujarnya. (RO/A-1)
Perencanaan yang matang merupakan kunci untuk menyeimbangkan antara kebutuhan saat ini dan impian di masa depan.
Masyarakat semakin cepat mengakses layanan keuangan digital, namun pemahaman mereka belum sepenuhnya sejalan.
Sejak berdiri pada 2000, SMS Finance telah melayani jutaan pelanggan dalam sektor pembiayaan, khususnya pembiayaan mobil bekas dan multiguna.
Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan dalam inklusi dan literasi keuangan nasional, termasuk pembentukan dewan baru yang fokus pada kesejahteraan keuangan.
Forum ini menjadi wadah strategis bagi Aftech untuk menyatukan langkah industri, regulator, dan mitra global dalam mempercepat inklusi keuangan digital.
Rupiah digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat sistem pembayaran lintas batas, serta menjadi fondasi yang kokoh bagi inovasi keuangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved