Jumat 26 Februari 2021, 01:00 WIB

Transformasi ke Digital, Nilai Saham Bank Neo Commerce Naik

mediaindonesia.com | Ekonomi
Transformasi ke Digital, Nilai Saham Bank Neo Commerce Naik

DOK.BNC
Jajaran manajemen Bank Neo Commerce pada pembukaan pemeran di Ashta @ District 8 SCBD, Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

PEMBERITAAN tentang bank digital mendapat porsi yang luas di berbagai media dan ruang diskusi masyarakat sejak awal tahun ini. Seiring dengan pemberitaan yang masif, berbagai saham bank yang bertransformasi menjadi bank digital ikut merangsek naik. Salah satu  yang mengalami kenaikan signifikan ialah saham PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB).

Nilai saham BBYB mengalami kenaikan cukup signifikan dalam tiga pekan terakhir, yang mana pada awal Februari masih berada di posisi Rp340 per saham, kini meningkat menjadi Rp810/saham per penutupan bursa Rabu (24/2), atau  meningkat sebesar 238%. Dalam sepekan terakhir, saham BBYB mengalami kenaikan 63,31% dan mengalami kenaikan selama tiga hari beruntun.

Bank Neo Commerce (BNC), yang sebelumnya dikenal dengan Bank Yudha Bhakti, mengumumkan pelaksanaan right issue untuk mendapatkan suntikan modal guna memenuhi Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Pemenuhan Modal Inti minimum Bank melalui skema Penawaran Umum terbatas dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Para pemegang saham utamanya salah satunya PT Akulaku Silvrr Indonesia berkomitmen untuk turut serta dalam PUT ini. Melalui aksi korporasi ini, diharapkan perseroan akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp249,82 miliar.

Melihat fenomena tersebut, Tjandra Gunawan, Direktur Utama PT Bank Neo Commerce mengatakan bahwa transformasi digital yang dilakukan oleh BNC ini disambut baik oleh para stakeholder perseroan, termasuk para investor.

"Kenaikan harga saham BBYB yang cukup signifikan beberapa waktu ini mendapat perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). Kami sangat senang karena hal ini menunjukkan bahwa antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap bank digital semakin tinggi. Hal ini memperkuat optimisme kami sebagai bank digital dengan visi kami, Banking Above and Beyond," katanya, Kamis (25/2).

Antusiasme masyarakat terhadap layanan bank digital sejalan dengan hasil survei Inventure Indonesia dan Alvara Research Center yang menyebutkan bahwa penetrasi digital semakin masif di sektor perbankan. Layanan berbasis digital seperti internet dan mobile banking semakin sering digunakan oleh para nasabah.


Baca juga: Di Era Pandemi, Nasabah Cari Produk Perlindungan Kesehatan Plus


Masyarakat menilai berbagai layanan digital memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan. Tak ayal, banyak transformasi digital yang makin masif dilakukan oleh perbankan termasuk BNC.

Bank Neo Commerce selalu berupaya untuk melakukan inovasi guna meyakinkan masyarakat agar menggunakan bank digital dalam pengelolaan keuangan mereka. Salah satu upaya untuk memperkenalkan identitas baru sebagai neobank dan memberikan neocustomer experience sebagai bagian dari transformasi digitalnya kepada masyarakat, BNC membuka pameran di Ashta @ District 8 SCBD, Jakarta.

Hal ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk lebih peduli dengan keuangan, tentunya dengan cara yang sesuai dengan kebiasaan serta kebutuhan mereka.

Upaya lain yang dilakukan BNC, yaitu dengan melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan digital ternama, di antaranya dengan Huawei, Sunline, dan Tencent Cloud. Kerja sama ini dilakukan untuk mewujudkan pengalaman perbankan digital yang aman dan terlindungi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi atas kerahasiaan data mereka.

Kinerja keuangan BNC masih tetap terjaga pada 2020. Meski dihadapkan dengan tahun yang cukup menantang dan dihadapkan pada situasi pandemi covid-19, perseroan masih berhasil mencatatkan untung. Laba bersih yang dibukukan mencapai Rp19,9 miliar per kuartal IV 2020 (unaudited), naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp16 miliar.

Aset BNC tercatat mencapai Rp5,4 triliun pada periode tersebut. Kredit yang disalurkan mencapai Rp3,6 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp3,9 triliun.

"Bank Neo Commerce berkomitmen untuk memberikan neobanking experience kepada masyarakat diiringi dengan konsistensi dalam menjalani aktivitas perbankan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Ini sejalan dengan salah satu nilai inti yang dimiliki korporasi, yaitu trust and integrity. Kami berterima kasih pada masyarakat yang menunjukkan kepercayaannya kepada BNC yang tercermin dengan meningkatnya nilai saham BBYB dalam beberapa minggu terakhir," tutup Tjandra. (RO/S-2)

 

Baca Juga

Dok. TikTok

Kolaborasi dengan Smesco, TikTok Ajak Bangga Gunakan Produk UKM

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 17 April 2021, 23:30 WIB
Gernas BBI diharapkan dapat mendukung target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi UMKM terhadap PDB Negara yaitu sekitar 65% di tahun...
Dok. Pribadi

Ini Usulan Persatuan Insiyur Indonesia soal Ibu Kota Baru

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 17 April 2021, 23:15 WIB
IKN yang diibaratkan, memulai dari kertas putih maka berkesempatan menjadikan IKN sebagai standar baru ibukota dunia yang menjadi acuan...
Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan

Pangansari Pasok Katering Premium untuk Proyek Wika di Luar Negeri

👤Micom 🕔Sabtu 17 April 2021, 21:57 WIB
PT Pangansari Utama Food and Resources menandatangi nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan konstruksi PT Wijaya Karya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya