Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang masih berlangsung di Tanah Air dan di banyak negara lainnya di dunia memang membuat laju perekonomian tersendat, khususnya dunia usaha. Banyak pelaku usaha, utamanya usaha mikro, kecil, dan menengah yang tidak mampu bertahan dari hempasan wabah berkepanjangan tersebut.
Meski begitu mereka diharapkan bisa bangkit dan naik kelas. Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UMKM Hanung Harimba Rachman, dalam webinar Bangga Buatan Indonesia bertajuk 'Strategi UMKM Naik Kelas di Tengah Tantangan Pandemi dan Digitalisasi'. Menurutnya, semua pihak diharapkan memberikan solusi terhadap UMKM dalam menghadapi tantangan pandemi dan digitalisasi.
Baca juga: UMKM Pahlawan Pandemi Covid-19
“Webinar Bangga Buatan Indonesia memberikan hasil yang baik bagi UMKM dalam menciptakan strategi untuk menghadapi pandemi dan tantangan di era digitalisasi,” kata Hanung.
Hal senada dikatakan Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden Panutan S Sulendrakusuma. Menurutnya, tantangan selanjutnya setelah pandemi adalah bagaimana kita bisa bangkit secepatnya.
“Peran serta semua pihak untuk membantu membangkitkan perekonomian nasional memang sangat dituntut. Pemerintah dalam hal ini terus membantu para pelaku UMKM karena mereka merupakan tulang punggung perekonomian nasional,” kata Panutan.
Pada kesempatan yang asma Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi SuaraPemerintah.id Arief Munajad mengatakan bahwa tujuan dari digelarnya webinar tersebut adalah untuk mengedukasi para pelaku UMKM agar bisa memiliki pandangan dan memunculkan berbagai strategi dalam menghadapi berbagai tantangan.
“UMKM kita harus bangkit dan bisa terus naik kelas. Tantangan adalah keniscayaan yang harus dihadapi untuk berkembang. Kita perlu adaptasi dengan membuat strategi dan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut,” ujar Arief.
Webinar Nasional yang dihadiri 200 lebih pelaku UMKM dari seluruh Indonesia tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh dari kalangan pemerintah, media massa, praktisi bisnis, dan para ahli. Acara itu sekaligus SuaraPemerintah.id, media nasional pemberitaan seputar pemerintah.
“SuaraPemerintah.id diluncurkan sebagai media yang menjembatani antara pemerintah dan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang komprehensif dan kredible, ” ujar Arief. (RO/A-1)
IKATAN Alumni SMAN 37 Jakarta (IKA SMAN 37) membentuk divisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam struktur organisasinya.
Ketua Koperasi TC Invest Iqbal Alan Abdullah memaparkan UMKM saat ini masih mengalami kesulitan akses pendanaan terjangkau karena persoalan administrasi, jaminan, dan manajerial.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
APUDSI adakan gala dinner pra-Rakernas 2026 untuk perkuat solidaritas anggota dan dorong ketahanan desa melalui ekonomi, pangan, dan UMKM terpadu.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
LITERASI pajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor bahan bangunan disebut harus terus ditingkatkan. Hal itu untuk mendukung kesiapan UMKM menghadapi dinamika ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved