Senin 22 Februari 2021, 16:01 WIB

Antisipasi Harga Cabai, Kementan Siapkan EWS & Bantuan Pascapanen

mediaindonesia.com | Ekonomi
Antisipasi Harga Cabai, Kementan Siapkan EWS & Bantuan Pascapanen

Antara
Ditjen Hortikultura siap mengendalikan gejolak pasokan dan harga cabai yang terjadi pada beberapa hari terakhir, khususnya cabai rawit

 

DALAM kondisi puncak musim hujan dan  iklim basah tahun ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan arahan kepada Ditjen Hortikultura untuk mengendalikan gejolak pasokan dan harga cabai yang terjadi pada beberapa hari terakhir, khususnya cabai rawit.

Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan, Prihasto Setyanto, membenarkan hal tersebut. Saat dihubungi via telepon pada Kamis (18/2), Anton, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa berbagai program dan kegiatan stabilisasi pasokan dan harga telah dilakukan Ditjen Hortikultura. 

“Kami sampaikan bahwa berbasis early warning system (EWS) aneka cabai yang kita susun hingga lima bulan ke depan memang menunjukkan terjadinya penurunan surplus pada bulan Februari, namun akan kembali meningkat surplusnya di akhir Maret 2021. Selanjutnya, diprediksi akan terjadi panen raya di bulan April sampai Juli 2021,” papar Anton. 

Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Anton, terkait penjagaan ketersediaan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah memiliki sistem EWS yang dapat memberikan acuan untuk pola tanam. Data EWS tersinkronisasi ke seluruh provinsi di Indonesia yang datanya langsung dari tingkat kecamatan.

Saat ini memang terdapat kondisi yang tidak mampu dikendalikan, yakni faktor alam dan tingginya curah hujan yang terjadi sejak Desember 2020 atau fenomena La Nina. Tingginya curah hujan tidak dapat dipungkiri berpengaruh pada proses produksi cabai maupun distribusinya dari wilayah produsen ke wilayah konsumen. 

“Hujan juga menyebabkan banjir di beberapa wilayah sentra dan jalur distribusi. Salah satunya di Kabupaten Malang, Lumajang, Nganjuk dan Probolinggo. Lahan cabai di daerah tersebut tergenang akibat hujan yang tidak berhenti sejak Minggu (14/2) malam,” tambah Anton. 

Untuk mengatasi gejolak harga cabai, termasuk cabai rawit, Kementan melalui Ditjen Hortikultura telah melakukan usaha pengendalian OPT. Selain itu, disediakan juga bantuan biaya untuk mendistribusikan produk dari daerah yang sedang panen ke titik-titik pasar yang membutuhkan. 

Bantuan tersebut dapat diakses melalui dua cara, yaitu pertama, petani menggunakan truk ekspedisi, membayar terlebih dahulu, kemudian mengajukan reimburse.

Kedua, jika pengiriman telah direncanakan, dapat menghubungi Ditjen Hortikultura untuk dikirimkan truk berpendingin yang akan menjemput produk tersebut dan mendistribusikannya ke pasar tujuan.

Dari sisi pengolahan dan pemasaran pascapanen, Ditjen Hortikultura juga turut memfasilitasi rumah produksi, alat-alat pengering (dome drying), alat pengolahan pasta bawang atau pasta cabai.

Tak sampai di situ, Ditjen Hortikultura turut menyediakan aplikasi penjualan daring (online) produk segar dan olahan secara gratis untuk pelaku agribisnis lewat platform hortitraderoom.com yang dapat diakses bebas bayar.

Selain itu pemerintah juga mengajak pihak swasta dan BUMN untuk dapat menyerap produk dari petani. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

Peningkatan Anggaran PEN Harus Diiringi Perbaikan Penyaluran

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 24 Februari 2021, 23:55 WIB
Diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi anggaran program PEN 2020 hingga 31 Desember 2020 sebesar Rp579,78...
Antara

Kemenperin Bagikan 35 Juta Masker Kain

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 24 Februari 2021, 23:48 WIB
Masker yang akan dibagikan Kemenperin, imbuh Agus, merupakan masker kain yang diproduksi oleh industri tekstil dan pakaian jadi dalam...
Antara/Puspa Perwitasari

80 Perusahaan Penerima Tax Holiday Belum Realisasikan Investasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 24 Februari 2021, 23:45 WIB
Total nilai investasi yang tak kunjung terealisasi dari penerima fasilitas itu hampir seribu triliun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya