Senin 22 Februari 2021, 13:50 WIB

BI: Relaksasi DP 0% untuk Merangsang Konsumsi Rumah Tangga

Despian Nurhidayat | Ekonomi
BI: Relaksasi DP 0% untuk Merangsang Konsumsi Rumah Tangga

MI/Susanto
Ilustrasi Bank Indonesia

 

ASISTEN Gubernur Bank Indonesia (BI) sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung menuturkan bahwa rendahnya konsumsi rumah tangga membuat pihaknya melonggarkan kebijakan relaksasi Loan to Value (LTV) 100% atau DP 0% untuk kedit properti serta uang muka kredit/pembiayaan kendaraan bermotor (KKB).

Pasalnya, konsumsi rumah tangga memiliki peran yang cukup besar dalam PBD (Produk Domestik Bruto) Indonesia yakni sebanyak 60%.

"Kalau kita lihat indeks konsumsi rumah tangga ini masih lebih rendah dibanding awal Januari 2020. Memang terkendala masih adanya PPKM dan sebagainya. Dari makro, kita tahu konsumsi rumah tangga sharenya besar 60% PDB," ungkapnya dalam Taklimat Media bertajuk Kebijakan LTV dan Uang Muka KKB serta Transparansi Suku Bunga, Senin (22/2).

Menurut Juda, konsumsi rumah tangga sebagain besar didorong oleh masyatakat kelas menengah ke atas. Hal ini dikarenakan masyarakat ini banyak melakukan konsumsi di bidang kendaraan bermotor, pendidikan, hobi, entertain dan lainnya.

Sangat berbeda dengan masyarakat menengah ke bawah yang lebih banyak menghabiskan konsumsi untuk kebutuhan pokok.

"Nah ini menjelaskan mengapa konsumsi rumah tangga belum recovery. Karena pada kuartal IV-2020 lalu konsumsi rumah tangga didominasi oleh belanja kebutuhan primer. Masyarakat menengah ke atas itu karena nggak belanja, tabungan mereka melimpah di perbankan," kata Juda.

"Tren tabungan per orang itu dari Rp100 juta sampai Rp2 miliar masih tersimpan 12,7% dan di atas Rp2 miliar masih 21,27%. Ini menunjukkan bahwa mereka belum melakukan konsumsi layaknya kondisi normal," sambungnya.

Melihat hal tersebut, saat ini masyarakat menengah ke atas yang seharusnya melakukan konsumsi rumah tangga justru mencari investasi dengan return yang tinggi. Beberapa investasi tersebut di antaranya ialah investasi saham, emas, pasar modal, obligasi, reksadana dan lainnya.

Maka dari itu, BI melakukan pelonggaran kebijakan relaksasi Loan to Value (LTV) 100% atau DP 0% untuk kedit properti serta uang muka kredit/pembiayaan kendaraan bermotor (KKB), agar masyarakat mau melakukan konsumsi khusunya untuk properti dan kendaraan bermotor. (OL-13)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus K

BI Berupaya Kendalikan Inflasi

👤M Ilham Ramadhan A 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 07:23 WIB
"Kami terus terang sudah mempunyai proyeksi inflasi pascakenaikan BBM subsidi sampai akhir 2023. Kami melakukan tracking sesuai survei...
DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Gelar Festival UMKM di The Breeze BSD

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 07:22 WIB
Festival UMKM tahun ini mengusung tema Kolaborasi UMKM Menuju Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat yang selaras dengan semangat...
Ist

BI: Fundamen Ekonomi Indonesia Masih Cukup Baik

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 06:26 WIB
Kondisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang masih mencatatkan surplus sebesar US$2,4 miliar pada triwulan II 2022. Kondisi itu jauh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya