Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menegaskan upaya keras perlu dilakukan bersama-sama untuk terus menangani persoalan ekonomi, dampak dari pandemi ini. Presiden menginginkan kesempatan kerja dibuka seluas-luasnya di tengah banyaknya warga yang kehilangan pekerjaan selama masa pandemi.
"Perluasan kesempatan kerja yang bisa berkelanjutan adalah dari para pelaku usaha, dari dunia usaha. Kuncinya di situ, bukan pemerintah. Kalau yang melakukan dari dunia usaha ini pasti akan berkelanjutan dan ini yang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Presiden saat menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (20/2).
Sejak beberapa waktu terakhir, Presiden menginstruksikan jajarannya untuk menjalankan program padat karya yang dapat membuka peluang kerja tersebut. Namun, Jokowi menggarisbawahi perluasan kesempatan kerja yang dapat berjalan secara berkelanjutan justru berasal dari kalangan dunia usaha.
Untuk mendukung pembukaan lapangan kerja itu, ucap Jokowi, pemerintah bekerja keras untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional. Seluruh level usaha mulai dari UMKM, menengah, hingga yang besar diharapkan bisa berproduksi kembali secara maksimal.
Baca juga: Bunuh Dunia Usaha, Asosiasi Usaha Minta PPKM Disetop
Dari sisi pemerintah, prioritas belanja kini juga lebih diarahkan untuk pembelian produk-produk dalam negeri dan memberikan sejumlah insentif bagi dunia usaha.
Jokowi mencontohkan upaya pemerintah untuk membangkitkan dunia usaha itu melalui sejumlah kebijakan terbaru antara lain insentif untuk pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dan DP KPR 0%. Kepala Negara menekankan persoalan kesehatan dan perekonomian tidak dapat dipisah-pisahkan. Seluruh pihak harus berupaya keras bergotong-royong memulihkan ekonomi.
"Kuncinya adalah kebersamaan, gotong royong, sebagai bangsa besar. Saya berharap di tahun kerbau ini kita bisa menggerakkan kekuatan besar, keberanian, dan kedisiplinan untuk melakukan lompatan-lompatan dan terobosan-terobosan baru dalam melakukan langkah-langkah berani yang baru agar kita bisa terlepas dari krisis kesehatan dan perekonomian," tuturnya.
Hadir secara langsung mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara tersebut Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sementara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI, Kapolri, pimpinan lembaga negara, para gubernur, hingga para tokoh lintas agama juga mengikuti jalannya acara secara virtual.(OL-5)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved