Jumat 19 Februari 2021, 15:54 WIB

Kucurkan Rp13,8 M, Ini Progam Padat Karya KA Kemenhub di Jabar

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kucurkan Rp13,8 M, Ini Progam Padat Karya KA Kemenhub di Jabar

Antara
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Perhubungan menargetkan dapat menyerap 646 tenaga kerja dari program padat karya sektor kereta api (KA) di wilayah Jawa Barat pada tahun ini. Total biaya upah yang disediakan kementerian tersebut sebesar Rp13,8 miliar.

"Di masa pandemi ini, banyak saudara kita yang kurang beruntung dan tidak mudah mendapatkan pekerjaan. Sehingga saya minta program padat karya ini dilakukan secara continue, jangan cuma sekali," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, usai meninjau program padat karya pada sektor perkeretaapian di Jawa Barat, Jumat (19/2).

Pihaknya melihat langsung kegiatan padat karya yang dilaksanakan di Stasiun Kereta Api (KA) Bandung pada proyek penggantian sistem persinyalan Bandung - Ciroyom yang melibatkan sekitar 100 orang tenaga kerja.

"Setelah dilakukan di Bandung, dilanjutkan ke Cirebon sampai Purwokerto, sehingga orang-orang yang tinggal di sekitar stasiun itu mendapatkan penghasilan," ucap Budi.

Baca juga : Ambles, Jalur Sementara di Cipali Dibuka Besok

Adapun secara rinci kegiatan padat karya yang dilakukan pada sektor perkeretaapian di wilayah Jawa Barat pada tahun 2021 diantaranya adalah :

1. Penggantian Sistem Persinyalan Bandung - Ciroyom, dengan lingkup pekerjaan seperti, penggalian Kabel fiber optik (FO), pembangunan gedung ER di Bandung, pembersihan saluran air, pengecatan dinding stasiun sebelah timur dan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO). Program itu menargetkan tenaga kerja sebanyak 55 orang, dan total biaya upah sebesar Rp1,4 mliar dengan Waktu pelaksanaan pekerjaan Januari - Desember 2021.

2. Penanganan Perlintasan Sebidang koridor Bandung - Banjar, dengan lingkup pekerjaan seperti, pembersihan lahan/stripping, perbaikan/normalisasi saluran dan pembuatan saluran, galian dan pengelaran kabel persinyalan, pemasangan patok dan papan nama proyek, penjagaan keamanan lokasi, serta pekerjaan dinding penahan tanah. Target tenaga kerja sebanyak 98 orang dan total biaya upah sebesar Rp1,2 miliar dengan waktu pelaksanaan pekerjaan ini Januari - Mei 2021.

3. Pembangunan Jalur Ganda KA antara Bogor - Sukabumi multiyears 2019 - 2021, dengan lingkup pekerjaan : pembersihan lahan/ stripping, penjagaan keamanan lokasi kerja, pemasangan aanstamping, pekerjaan perbaikan/normalisasi saluran dan pembuatan saluran, serta penggalian kabel FO dan pembangunan gedung ER dengan target pekerja sebanyak 211 orang dan total biaya upah sebesar Rp2,8 miliar dengan waktu pelaksanaan pekerjaan Januari - Desember 2021.

4. Pembangunan Jalur Ganda KA antara Kiaracondong - Cicalengka multiyears 2020 - 2021 (segmen Gedebage - Haurpugur), dengan lingkup pekerjaan : penjagaan keamanan lokasi kerja, pembersihan lokasi, pematokan, pemasangan safety line, penjagaan perlintasan, TW & jaga malam serta pembuatan direksi keet & gedung ER dengan target pekerja sebanyak 282 orang. Total biaya upah sebesar Rp8,2 miliar dengan waktu pelaksanaan pekerjaan Januari-Desember 2021. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Menkop UKM: Kerajinan Batu dan Kayu Fosil Tulungagung Dilirik Pasar Global

👤 Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 14:15 WIB
Ekspor produk kerajinan dari Tulungagung, Jatim, membuktikan bahwa UKM Indonesia tetap memiliki pasarnya sendiri di luar...
dok.ist

Tidak Bayar Utang di Pinjol Legal, Apa Saja Risikonya

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 13:06 WIB
MASYARAKAT sering salah kaprah, utang melalui pinjaman online, tidak ada tatap muka sehingga tidak bayar tidak...
dok.DPR RI

Gobel Pimpin Delegasi RI Kunjungi Pabrik Traktor di Minsk

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 12:46 WIB
WAKIL Ketua DPR RI Rachmat Gobel memimpin delegasi DPR RI dalam kunjungan ke Belarusia, dihari kedua mengunjungi pabrik traktor di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya