Senin 15 Februari 2021, 16:53 WIB

RCEP akan Berikan Segudang Manfaat untuk Indonesia

Antara | Ekonomi
RCEP akan Berikan Segudang Manfaat untuk Indonesia

ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY
Suasana aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (15/11/2020). Ekonomi Indonesia bisa menggeliat dengan adanya RCEP.

 

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan sejumlah manfaat adanya Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) bagi investasi di Indonesia.

"RCEP bermanfaat untuk memfasilitasi peningkatan komitmen dan realisasi investasi asal negara ASEAN dan lima negara mitra ke Indonesia," kata Direktur Kerjasama Regional dan Multilateral BKPM Fajar Usman dalam webinar RCEP, Senin (15/2).

Manfaat selanjutnya, lanjut Fajar, yakni mendorong aliran modal, alih teknologi, dan menciptakan lapangan kerja baru, untuk mendukung pembangunan ekonomi.

RCEP juga dinilai memberikan kepastian hukum, perlakuan yang adil dan setara dalam kegiatan investasi sehingga menciptakan peluang bisnis baru.
 
"Manfaat lainnya yaitu meningkatkan daya saing para pelaku usaha dalam negeri untuk mengoptimalisasi pemanfaatan sumber-sumber ekonomi menjadi kekuatan ekonomi riil," katanya.

RCEP juga dinilai menciptakan landasan hukum bagi negara anggota dalam meningkatkan kerja sama investasi, serta mendorong reformasi peraturan di masing-masing negara, khususnya Indonesia agar iklim usaha menjadi lebih kondusif.

Fajar menambahkan aliran modal karena adanya RCEP diharapkan dapat menciptakan peluang bisnis dan lapangan kerja baru di Indonesia serta membawa teknologi yang dalam jangka panjang akan mendorong kemajuan teknologi.

Baca juga: Bonus Demografi, RI Perlu Percepat Penyediaan Lapangan Kerja

"Komitmen akses pasar juga akan membuka peluang bagi pelaku usaha dalam negeri untuk berinvestasi di negara-negara RCEP lain," katanya.
 
Kendati demikian, lanjut dia, dengan segala manfaat dan peluang dari adanya RCEP tentu akan menuntut adanya konsistensi kebijakan pemerintah agar tidak berubah ke arah yang membatasi dan diskriminatif.
 
"Komitmen aspek perlindungan juga akan menuntut pemerintah untuk bersikap akuntabel dalam perumusan kebijakan dan mengantisipasi munculnya gugatan ke arbitrase internasional," pungkas Fajar. (R-3)

Baca Juga

DOK Royal Foam.

Ada Program Bagi-Bagi Kasur Gratis

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Januari 2022, 13:53 WIB
Untuk program Grebek Kasur, Royal Foam mengajak warganet untuk melaporkan teman atau keluarga terdekat yang kasurnya kotor dan bikin gatal...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Neraca Dagang Indonesia Surplus US$1,02 Miliar di Desember 2021

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 17 Januari 2022, 13:35 WIB
Nilai ekspor tercatat mengalami penurunan 2,04% dari posisi November 2021 yang mencapai US$22,84...
Ina FASSBENDER / AFP

ESDM Mengaku Dapat Tawaran Harga Murah untuk Listrik Bertenaga Nuklir

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 17 Januari 2022, 13:23 WIB
Tarif yang lebih murah dari harga pemakaian listrik lewat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diperkirakan mencapai US$8,5-10,15...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya