Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo akan melantik lima orang sebagai Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1) pagi.
Kelima orang itu ialah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati; Menteri BUMN Erick Thohir; Cyril Noerhadi; Yozua Makes; dan Haryanto Sahari. Pembentukkan Dewan Pengawas LPI/INA itu tertuang dalam Keppres 128/P Tahun 2020 tentang Pembentukkan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Pengawas LPI dan Unsur Profesional.
Kemudian dalam pasal 9 Peraturan Pemerintah (PP) 74/2020 tentang LPI diatur mengenai masa jabatan Dewan Pengawas. Sri Mulyani dan Erick Thohir akan menjabat selama lima tahun dan hanya dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan berikutnya.
Lalu tiga orang Dewan Pengawas dari unsur profesional akan memiliki masa jabatan berbeda yakni 5 tahun, 4 tahun dan 3 tahun. Cyril Noerhadi mendapat penugasan selama lima tahun, Yozua Makes empat tahun, dan Haryanto Sahari tiga tahun.
Nantinya, setelah lima orang Dewan Pengawas LPI resmi dilantik, mereka akan mulai merekrut anggota Dewan Direktur LPI.
Dalam pasal 26 PP 74/2020 tentang LPI disebutkan, anggota dewan direktur terdiri dari 5 orang yang keseluruhannya berasal dari kalangan profesional. Masa jabatan amggota dewan direktur ialah 5 tahun dan dapat dipilih kembali dalam satu kali mass jabatan berikutnya.
Lima anggota dewan direktur itu akan diangkat serta diberhentikan oleh dewan pengawas. Diatur pula mengenai masa jabatan anggota direktur yakni 2 orang selama 5 tahun; 2 orang selama 4 tahun; dan 1 orang menjabat selama 1 tahun.
Dengan dilantiknya Dewas LPI, proses pembentukan LPI maju pada tahapan berikutnya yakni menseleksi calon eksekutif LPI.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa Dewas akan melakukan seleksi calon pimpinan LPI begitu Keppres Dewas LPI ditandatangani Presiden.
Saat ini sejumlah nama beredar untuk menjadi pimpinan LPS. Salah satunya Pandu Patria Sjahrir yang merupakan pengusaha tambang batu bara, investor pasar modal dan juga Komisaris di Bursa Efek Indonesia. Pandu merupakan keponakan dari Menko Marinves Luhut Pandjaitan.
Nama lain adalah mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Arief Budiman. Terdapat juga nama Presiden Direktur PT Credit Sekuritas Indonesia Rizal Gozali, Direktur Utama PT Bank Niaga Tbk Tigor Siahaan, hingga Direktur Utama PT Indika Energy Tbk M Arsjad Rasjid . (Mir/E-1)
Tidak perlu adanya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun yang saat ini diusulkan diubah menjadi Lembaga BUMN setelah adanya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Regulasi telah membagi peran antara Kementerian BUMN dan Danantara, namun praktik di lapangan justru memunculkan kebingungan arah kebijakan.
Pembentukan Danantara memantik wacana penghapusan Kementerian BUMN. Jika benar terjadi, kementerian ini akan “turun status” menjadi badan, sebuah langkah yang diperkirakan mengubah peta pengawasan sekaligus arah bisnis perusahaan pelat merah.
Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto menanggapi kemungkinan Kementerian BUMN diturunkan statusnya menjadi badan.
Pemerintah memberi sinyal bakal mengubah status Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi badan.
Isu pembubaran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ada juga wacana peleburan Kementerian BUMN ke BPI Danantara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved