Senin 18 Januari 2021, 10:57 WIB

56 PMA dan PMDN Kerja Sama dengan 196 UMKM

Despian Nurhidayat | Ekonomi
56 PMA dan PMDN Kerja Sama dengan 196 UMKM

Antara
Damar (39) menyelesaikan proses pembuatan produk berbahan tanah liat di Jurang Mangu, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (15/1).

 

SEBANYAK 56 perusahaan besar dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) melakukan kolaborasi bersama 196 UMKM dengan nilai investasi sebesar Rp1,5 triliun.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan kemitraan antara PMA dan PMDN bersama UMKM merupakan implementasi dari tujuan investasi yang berkualitas dan inklusif.

Menurut Bahlil, investasi yang berkualitas dan inklusif meliputi antara keseimbangan investasi yang ada Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa. Termasuk Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua dan seluruh wilayah Indonesia. Di samping itu, menurut Bahlil, ukuran dari investasi yang berkualitas dan inklusif juga meliputi seberapa banyak peran dari PMA dan PMDN.

"Tapi jauh dari itu semua adalah bagaimana investasi masuk bisa memberikan dampak positif terhadap perkembangan pembangunan ekonomi yang ada di daerah. Untuk bisa diwujudkan, maka tidak ada cara lain, harus ada kolaborasi atau kerja sama antara pengusaha besar dalam negeri dan luar negeri dengan UMKM dan pengusaha nasional yang ada di daerah," ungkapnya dalam acara Penandatanganan Kerja Sama Dalam Rangka Kemitraan PMA /PMDN dengan UMKM secara virtual, Senin (18/1).

Lebih lanjut, Bahlil menambahkan bahwa kerja sama ini diawali dari arahan dan petunjuk Presiden Joko Widodo lewat rapat kabinet dan arahan di kegiatan lain. Arahan tersebut berisikan tentang bagaimana caranya agar Indonesia bisa menciptakan pengusaha baru dan UMKM yang kuat.

Selain itu, kemitraan antara PMA dan PMDN bersama UMKM ini juga merupakan perintah dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2020 tentang Cipta Lapangan Kerja.

Dalam UU 19/2020 pasal 10 menyatakan bahwa setiap pemerintah daerah atau pemerintah pusat dengan kewenangannya, wajib memfasilitasi pentingan usaha kecil menengah dan usaha kecil mikro dalam rantai pasok yang bertujuan untuk meningkatkan level investasi dan level usaha.

"Jadi kami sudah menjalankan UU Ciptaker dan ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama. Pertumbuhan ekonomi yang baik juga harus dibarengi dengan pertumbuhan pemerataan ekonomi," kata Bahlil.

"Selama ini kami selalu keliling daerah, gubernur dan bupati selalu menyampaikan kalau investasi masuk, daerah juga diharapkan bisa mengambil bagian. Konon katanya selama ini sudah ada tapi belum maksimal. Maka ini suatu bentuk jawaban bahwa tidak ada lagi investasi yang masuk ke kita dan tidak melibatkan anak-anak daerah atau UMKM untuk mengambil bagian dalam rangka meningkatkan ekonomi daerah dan ekonomi nasional," sambungnya. (E-3)

Baca Juga

Antara/Andreas Fitri

Populasi UMKM Besar, Namun Kredit di Perbankan Baru 19%

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 26 Februari 2021, 10:30 WIB
Idealnya dengan populasi UMKM yang sangat besar di Indonesia, rasio kredit untuk sektor tersebut bisa mencapai 22-30% per...
Ist

Penghargaan Public Leader Kepada Menteri BUMN Patut Diapresiasi

👤mediaindonesiai.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 10:27 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dinilai sebagai salah satu pemimpin publik yang memiliki kinerja inovatif selama pandemi Covid-19. Selama...
MI/ BARY FATHAHILAH

Kredivo Alokasikan US$ 100.000 untuk Perluas Tes PCR di Indonesia

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 26 Februari 2021, 08:57 WIB
Kredivo, platform kredit digital untuk konsumen ritel Indonesia menggandeng Genomik Solidaritas Indonesia (GSI Lab) untuk memperluas dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya