Kamis 14 Januari 2021, 23:35 WIB

Digitalisasi Asuransi, Insurtech Diprediksi jadi Primadona di 2021

M. Iqbal AL Machmudi | Ekonomi
Digitalisasi Asuransi, Insurtech Diprediksi jadi Primadona di 2021

Ilustrasi
Ilustrasi asuransi

 

PADA 2021 insurance technology atau insurtech dinilai akan menjadi promadona karena pandemi covid membawa perubahan perilaku masyarakat yang menjadi serba digital dan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi.

Selain itu insurtech semakin mencuri perhatian dari para investor terhadap potensi perkembangan. Respon positif pasar ini lantas membuat industri insurtech diprediksi akan tetap berpeluang besar untuk tumbuh di tahun ini.

"Saat ini, transformasi digital asuransi telah terjadi dan pondasinya telah terbangun semakin kuat selama 2020 karena adanya pandemi. Industri insurtech di 2020 ke 2021 terus bergerak positif dan pelaku industri ini harus mampu membawa gebrakan yang berbeda dan dampak positif lebih besar dari tahun sebelumnya," kata CEO dan Founder PasarPolis, Cleosent Randing dalam keterangannya, Kamis (14/1).

"Kami yakin bahwa masih terdapat ruang yang sangat besar bagi insurtech untuk terus tumbuh ke depannya. Apalagi dengan kemampuan teknologi untuk menciptakan produk asuransi mikro yang lebih spesifik, terjangkau, dan tepat sasaran, sehingga bisa memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Sebagai pelaku insurtech yang fokus mendemokratisasi asuransi bagi berbagai lapisan masyarakat, PasarPolis saat ini memiliki lebih dari 80 produk aktif.

Semua jenis produk tersebut dirancang secara khusus agar dapat meringankan beban dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang unik antara satu sama lain.

PasarPolis bertekad agar perlindungan asuransi dapat hadir bagi masyarakat mulai dari bangun tidur, bekerja, hingga kembali ke rumah.

Cleosent menambahkan, dampak positif luar biasa yang dihadirkan oleh teknologi telah dibuktikan secara nyata selama tahun 2020 lalu, terutama dalam menciptakan inklusivitas dan affordability (keterjangkauan) asuransi.

“Teknologi AI yang kami gunakan memungkinkan kami untuk menciptakan produk yang lebih mudah diakses dan dijangkau, serta proses klaim yang lebih instan. Lewat keunggulan ini, insurtech mampu menjawab tiga masalah utama yang menghambat industri asuransi, yaitu akses yang rumit, proses klaim yang ribet, dan premi yang tidak terjangkau,” ungkap Cleosent.

Baca juga : Gandeng Asosiasi, Sandiaga Bakal Permak Toilet di Tiap Destinasi

Berkat pemanfaatan teknologi, PasarPolis mampu menorehkan capaian luar biasa selama tahun 2020. PasarPolis mendapatkan lebih dari 4 juta pelanggan baru hanya di bulan Juni 2020 lalu, dan baru-baru ini juga mencatat bahwa ada sekitar 70 juta polis yang dikeluarkan setiap bulannya.

Selain itu, sepak terjang dan potensi perusahaan anak bangsa ini pun juga diakui oleh berbagai investor, baik global maupun lokal. Hal ini ditandai oleh pendanaan Seri B terbesar di industri yang diterima PasarPolis pada bulan September 2020 lalu.

Teknologi juga memungkinkan pelaku insurtech untuk menembus segmentasi masyarakat yang sebelumnya sulit tersentuh layanan asuransi.

PasarPolis sendiri mencatat 90% konsumennya adalah mereka yang sebelumnya tidak pernah membeli polis asuransi (first-time buyer), dan 40% pemegang polis PasarPolis merupakan pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online, kurir, dan pelaku UMKM online.

PasarPolis optimis bahwa capaian positif yang sudah dibuat selama tahun 2020 akan terus bertambah dan tumbuh di tahun 2021.

“Tahun ini, melalui teknologi, insurtech harus mampu membangun pondasi lebih kuat lagi bagi industri untuk terus bergerak maju," ujar Cleosent.

Dengan adopsi digital yang semakin tinggi, masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan platform digital, serta permintaan terhadap asuransi yang meningkat.

"Kami yakin bahwa prestasi insurtech di tahun 2021 akan terus berkembang di tahun-tahun berikutnya. Dalam memaksimalkan potensi insurtech, kami pun siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, asosiasi, hingga pelaku industri baik di Indonesia maupun Asia Tenggara,” tutup Cleosent. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Sandiaga Ungkap Perpanjangan PPKM Pukulan Berat bagi Pengusaha

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 22 Januari 2021, 14:02 WIB
Sandiaga mengatakan, asosiasi juga menyatakan beban pengelola mal sudah tidak mampu menanggung pembayaran penyewaan dan...
Ist

UMKM Makin Maju Berkat Suntikan PEN Bank BJB

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 12:51 WIB
Di tengah wabah Covid-19 merebak dan memukul para pelaku UMKM, Kopi Seru mampu menunjukkan kinerja bisnis yang terus meningkat. Bahkan,...
Ist/Kementan

Kementan Terus Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 11:07 WIB
Penyuluh pertanian merupakan inti dari agent of change pembangunan pertanian. Karena itu, penyuluh pertanian harus hebat, harus mampu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya