Kamis 14 Januari 2021, 11:07 WIB

Vaksinasi Sukses, Industri Diproyeksikan Tumbuh 4%

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
 Vaksinasi Sukses, Industri Diproyeksikan Tumbuh 4%

MI/Supardji Rasban
Suasana di Kawasan Industri Brebes (KIB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

 

MENTERI Pendustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur pada 2021 tumbuh 4%. Langkah tersebut, ungkapnya, dapat terwujud dengan program vaksinasi yang lancar.

"Dimulainya vaksinasi bisa menjadi kunci pendorong dalam pemulihan industri di tanah air," ujar Menperin dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (14/1).

Agus menuturkan, program vaksinasi tersebut akan ditopang oleh serangkaian kebijakan yang telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu. Melalui berbagai program dan kebijakan, Menperin optimistis, industri manufaktur di tanah air bakal tumbuh positif mendekati 4% pada 2021. Sebelumnya, di triwulan III 2020, pertumbuhan industri manufaktur mengalami kontraksi 4,31% dan pada triwulan II 2020 juga terkontraksi 6,19%.

"Industri manufaktur pada 2021 diperkirakan kembali pada titik positif. Seluruh sub sektor manufaktur akan kembali bergairah, dengan asumsi pandemi sudah bisa dikendalikan dan aktivitas ekonomi kembali pulih. Kami proyeksikan pertumbuhan industri manufaktur pada 2021 tumbuh hampir 4%," jelas Politikus Golkar itu.

Menurut Agus, optimisme tersebut juga didasarkan pada data perbaikan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dikatakan berada di level ekspansif. Pada Desember 2020, PMI Manufaktur Indonesia berada di level 51,3 atau naik dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang berada di posisi 50,6.

Angka indeks di atas 50 ini, ungkapnya, diartikan mengalami ekspansi, sedangkan di bawah 50 berarti kontraksi.

"Selama dua bulan berturut-turut (di akhir 2020) PMI Manufaktur Indonesia masuk ke fase ekspansif. Tentu ini ada beberapa alasan, salah satunya keyakinan dari pelaku industri bahwa dari data-data yang ada sudah mulai adanya reborn dari konsumsi domestik, juga adanya sinyal bahwa vaksin akan hadir," terang Agus.

Menurutnya, alasan tersebut yang menumbuhkan rasa kepercayaan tinggi dari pelaku industri untuk mendorong proses produksi. Di samping itu, Bank Indonesia mencatat kegiatan usaha di industri pengolahan mulai menunjukkan sinyal ekspansi. Kinerja industri ini diprediksi terus membaik pada kuartal I-2021. Geliat ekspansi itu tecermin dalam Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI BI) pada kuartal IV-2020 yang mencapai 47,29% Capaian itu jauh lebih tinggi dari dua kuartal sebelumnya yang menyentuh angka 45,64% dan 44,91%.

baca juga: Efek Vaksin, Rupiah dan IHSG Kompak Menguat

Dari sisi nilai investasi, lanjut Menperin, investasi di sektor industri periode Januari-September lalu juga meningkat 37% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

“Selain itu ekspor produk manufaktur juga mengalami peningkatan signifikan. Kondisi inilah yang membawa harapan bagi pemulihan ekonomi pada 2021,” pungkasnya. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Produk UMKM Ingin Diekspor, Teten : Daya Saing Produk Ditingkatkan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:21 WIB
“Untuk memperbesar kapasitas UMKM agar berkontribusi dalam ekspor nasional, KemenKopUKM tahun ini akan mendorong UMKM masuk ke sektor...
Ilustrasi

PGN Kembangkan Digitalisasi untuk Optimalkan Usaha

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:18 WIB
Saat ini, PGN telah memiliki sistem informasi yang mengintegrasikan seluruh anak usaha sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas...
Ist

Produk Perawatan Kulit Ini Tebar Promo Belanja Online

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 22:35 WIB
Produk unggulan yang ditawarkan meliputi produk pemenang Glowpick Award...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya