Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Banten atau Bank Banten menerima suntikan dana segar dari dua korporasi, yakni Sinar Mas Group dan Bangkok Bank, dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
Gubernur Banten Wahidin Halim di Serang, Rabu (30/12), mengatakan Bank Banten saat ini memang dihadapkan pada sejumlah tantangan. Mulai likuiditas, permodalan, tata kelola, hingga kredit macet yang berasal dari Bank Pundi. Nilai kredit macet sendiri mencapai Rp1,6 triliun dan sulit tertagih.
"Bank Pundi memberikan kredit asal jadi, tidak rasional. Ini menjadi risiko manajemen yang baru. Kami sudah ambil langkah, rasio likuiditas sudah baik dan perbaikan lainnya," kata Wahidin Halim saat memberikan keterangan pers di rumah dinas Gubernur Banten.
Mantan Wali Kota Tangerang itu menuturkan, dari sisi operasional, bank yang berdiri sejak 2016 tersebut juga sudah mulai normal. Kondisi itu di antaranya terjadi setelah ada intervensi dari Sinar Mas Group dan Bangkok Bank.
"Intervensi dana segar dari Sinar Mas Rp300 miliar. Kemudian Bangkok Bank masih proses, tapi sudah tanda tangan (kerja sama)," katanya.
Untuk permodalan, lanjutnya, Bank Banten juga sedang melaksanakan rights issue yang dibuka hingga 6 Januari 2021. Nilai saham yang ditawarkan ialah Rp50 per lembar, tetapi di bursa nilai sahamnya naik hingga Rp120 per lembar.
"Kecenderungan pembelian saham meningkat. Sudah mulai banyak yang beli," tandasnya.
Menurut Wahidin, untuk pembenahan tata kelola, dirinya selaku pemegang saham pengendali terakhir akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Januari 2021. Pihaknya akan membahas program-program lanjutan ke depannya. "Ketika bank sehat, bisa restrukturisasi SDM, manajemen, jajaran direksi dan komisaris," kata Wahidin.
Bank Banten sempat menjadi bank yang mengalami kesulitan saat di awal pandemi covid-19. Namun, saat ini kondisi mereka telah membaik. (Ant/E-1)
OJK mencatat ketahanan permodalan berada pada level yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi sekaligus bantalan risiko yang memadai
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved