Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Banten atau Bank Banten menerima suntikan dana segar dari dua korporasi, yakni Sinar Mas Group dan Bangkok Bank, dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
Gubernur Banten Wahidin Halim di Serang, Rabu (30/12), mengatakan Bank Banten saat ini memang dihadapkan pada sejumlah tantangan. Mulai likuiditas, permodalan, tata kelola, hingga kredit macet yang berasal dari Bank Pundi. Nilai kredit macet sendiri mencapai Rp1,6 triliun dan sulit tertagih.
"Bank Pundi memberikan kredit asal jadi, tidak rasional. Ini menjadi risiko manajemen yang baru. Kami sudah ambil langkah, rasio likuiditas sudah baik dan perbaikan lainnya," kata Wahidin Halim saat memberikan keterangan pers di rumah dinas Gubernur Banten.
Mantan Wali Kota Tangerang itu menuturkan, dari sisi operasional, bank yang berdiri sejak 2016 tersebut juga sudah mulai normal. Kondisi itu di antaranya terjadi setelah ada intervensi dari Sinar Mas Group dan Bangkok Bank.
"Intervensi dana segar dari Sinar Mas Rp300 miliar. Kemudian Bangkok Bank masih proses, tapi sudah tanda tangan (kerja sama)," katanya.
Untuk permodalan, lanjutnya, Bank Banten juga sedang melaksanakan rights issue yang dibuka hingga 6 Januari 2021. Nilai saham yang ditawarkan ialah Rp50 per lembar, tetapi di bursa nilai sahamnya naik hingga Rp120 per lembar.
"Kecenderungan pembelian saham meningkat. Sudah mulai banyak yang beli," tandasnya.
Menurut Wahidin, untuk pembenahan tata kelola, dirinya selaku pemegang saham pengendali terakhir akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Januari 2021. Pihaknya akan membahas program-program lanjutan ke depannya. "Ketika bank sehat, bisa restrukturisasi SDM, manajemen, jajaran direksi dan komisaris," kata Wahidin.
Bank Banten sempat menjadi bank yang mengalami kesulitan saat di awal pandemi covid-19. Namun, saat ini kondisi mereka telah membaik. (Ant/E-1)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved