Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Menko Perekonomian: Pemulihan Ekonomi di Jalan yang Benar

Insi Nantika Jelita
24/12/2020 23:50
Menko Perekonomian: Pemulihan Ekonomi di Jalan yang Benar
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto(ADAM DWI / MI.)

MESKI pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terkontraksi di 2020, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pertumbuhan tersebut lebih baik ketimbang negara-negara kelompok 20 ekonomi utama atau G20.

"Dibandingkan dengan negara G20 lainnya, perekonomian kita terkontraksi relatif (baik), nomor dua sesudah Tiongkok. Tiongkok sudah tumbuh positif, kita masih minus, tapi yang lain minusnya lebih dalam dari Indonesia," ujar Airlangga dalam acara Outlook 2021 dalam Youtube BNPB, Kamis (24/12).

Airlangga menuturkan, perlahan perekonomian Indonesia pulih. Hal ini terlihat dari beberapa indikator, seperti cadangan devisa yang mencapai US$ 135,2 miliar pada Triwulan III 2020.

Selain itu, tambahnya, tren perbaikan juga terlihat dari kinerja pasar saham, di mana IHSG berada pada kisaran 6.100 dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang berada pada posisi 14.100.

"Ini memberikan sinyal positif ke market bahwa perekonomian kita mulai kembali. Dan kebijakan pemerintah selama ini sudah dijalan yang benar," kata Airlangga.

Baca juga: Peraturan Turunan UU Ciptakera jangan Rugikan Industri Perkebunan

Politikus Golkar itu juga menyebut dengan kedatangan 1,2 juta vaksin Sinovac ke Tanah Air, dapat membawa sentimen yang positif bagi pasar dan mempercepat pemulihan perekonomian Indonesia di 2021.

"Sinyal positif ini bakal didukung dengan kedatangan vaksin, kita memiliki akses 1,2 juta vaksin yang sudah ada di Indonesia. Kedepan, 1,8 juta vaksin (akan datang) dan 15 juta dalam bentuk bahan baku," pungkas Airlangga.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut meski pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2020 mengalami kontraksi 5,32%, angka itu dianggap lebih baik diantara negara G20. Misalnya seperti Jerman, Italia, Meksiko, Prancis mengalami kontraksi di atas 11%.

Inggris terkontraksi 21 persen dan India kontraksi 23,9 persen. Namun, Tiongkok mencatat pertumbuhan positif 3,2% pada kuartal II 2020. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya