Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KETUA Forum Lintas Asosiasi Industri Pengguna Gula Rafinasi (FLAIPGR) Dwiatmoko Setiono mengaku setuju dengan ide pemerintah untuk mengijinkan pelaku usaha makanan dan minuman (mamin) guna melakukan importasi gula kristal rafinasi (GKR) bagi kebutuhan industri.
Namun ia mengingatkan bahwa pemberian ijin harus dibuka lebih luas dan tidak hanya berdasarkan keanggotaan pada Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) dan juga Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI).
"Rencana (berikan ijin impor) itu bagus. Sebab akan membantu UKM untuk mendapatkan bahan baku yang lebih murah. Tapi jangan dibatasi pada segelintir pihak saja. Buka di luar GAPMMI dan AGRI juga," kata Dwiatmoko saat dihubungi Selasa (15/12).
Ia mengatakan bahwa langkah importasi sejatinya hanya merupakan tindakan yang terus berulang tanpa memperbaiki akar masalah yakni meningkatkan kesejahteraan di level petani. Pemerintah diharapkan tidak selalu bergelut di problem yang sama tanpa mengambil kebijakan yang berbeda dari kebijakan sebelumnya.
"Idealnya kita beli (bahan baku) gula dari dalam negeri. Tapi hingga saat ini produksi kita tidak bertambah, bahkan cenderung menurun. Ini karena keuntungan petani tidak cukup. Sehingga terus kalah dengan gula dari luar negeri yang lebih murah," tandasnya.
Ke depan, guna mengurai masalah pergulaan ia mengusulkan diambil kebijakan lintas sektoral guna membantu produksi gula lokal. Termasuk menjalankan ketentuan bahwa pabrik gula dalam negeri harus memiliki kebun sendiri.
Sebelumnya, Gapmmi meminta dukungan ketersediaan bahan baku gula rafinasi untuk industri guna kelancaran proses produksi industri yang pada triwulan III 2020 berkontribusi 39,51% terhadap produk domestik bruto (PDB) sektor industri pengolahan nonmigas.
"Saat ini, produsen gula rafinasi mengalami kekurangan stok bahan baku gula untuk di produksi menjadi gula rafinasi yang merupakan bahan baku yang penting bagi industri makanan dan minuman,"ujar Ketua Gapmmi Adhi S Lukman melalui keterangan resmi pekan lalu.
Adhi memaparkan, di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlanjut, perekonomian Indonesia mulai menggeliat bangkit terutama pada sektor industri makanan minuman.
Selain berkontribusi terhadap PDB industri pengolahan, industri makanan minuman juga menyumbang 21,38% untuk ekspor nasional pada rentang Januari hingga September 2020.
Sayangnya, tambah Adhi, pertumbuhan industri makanan minuman saat ini diprediksi akan terganggu dikarenakan kurangnya stok gula rafinasi sebagai bahan baku industri.
Pemerintah melalui Menko Marinves Luhut Pandjaitan pernah mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan pemberian ijin bagi perusahaan mamin untuk melakukan impor bagi kebutuhan industri. (Ant/E-1)
Secara kimia, gula termasuk dalam kelompok karbohidrat sederhana yang mudah diserap tubuh dan menjadi sumber energi utama.
Mentrans Iftitah menyatakan bahwa kawasan Melolo menjadi bukti bahwa tanah kering dan tandus justru bisa memberikan peluang besar.
PULUHAN ribu ton gula milik Petani di Jawa Timur (Jatim) tidak terserap pasar. Mereka mengancam akan mogok massal jika tidak ada solusi dari pemerintah agar gula milik petani segera terserap.
Sejumlah gudang pabrik gula di wilayah Situbondo dan Bondowoso, Jawa Timur, dipenuhi tumpukan gula pasir yang belum terjual. Di saat yang sama, gula rafinasi membanjiri pasar.
Jika pembangunan industri gula nasional tidak terintegrasi dengan perkebunan rakyat, swasembada gula hanya akan menjadi angan-angan.
Sejumlah gudang pabrik gula di wilayah Situbondo dan Bondowoso Jawa Timur dipenuhi tumpukan gula pasir yang belum terjual.
Langkah ini diambil untuk menanggapi temuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat.
perluasan kesempatan kerja ke luar negeri amat penting. Namun, pendekatan pemerintah seharusnya lebih manusiawi dan berkeadilan.
Pelepasan ekspor ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi biru melalui integrasi digital, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor.
Jumlah ekspor gula kelapa kristal atau gula semut sebanyak 18,5 ton senilai US$35 ribu
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memantau harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Kebon Kembang, Bogor, Jawa Barat pada Rabu, (26/3).
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) mendukung peningkatan volume dan nilai ekspor produk sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved