Rabu 02 Desember 2020, 22:25 WIB

Potensi Migas Menjanjikan, Esco Ekspansi ke Indonesia

mediaindonesia.com | Ekonomi
Potensi Migas Menjanjikan, Esco Ekspansi ke Indonesia

Antara
ilustrasi

 

PELUANG investasi pengembangan industri minyak dan gas (migas) di Indonesia, baik di bidang hulu maupun hilir di masa mendatang masih sangat menjanjikan. Secara geologi, Indonesia bahkan masih memiliki potensi ketersediaan hidrokarbon yang cukup besar.

Ditambah pula dengan rencana pemerintah yang mempertahankan produksi minyak bumi pada tingkat 1 juta barel per hari, akan memberi peluang investasi yang besar di sektor hulu migas.

"Potensi sumber daya migas nasional saat ini cukup besar, terakumulasi dalam 60 cekungan sedimen yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Potensi ini bisa sampai dengan 10, 20, hingga 30 tahun ke depan," kata Corporate Secretary ESCO Oil & Gas Indonesia, Lawrence Siburian, dalam keterangannya, Rabu (2/12).

Melihat peluang investasi dan iklim investasi yang semakin membaik di Indonesia itu, Emirates Specialized Contracting & Oilfield Services L.L.C (ESCO) melakukan investasi di Indonesia.

Sebagai bentuk keseriusan mengembangkan usaha bersama pada industri migas, hal itu diwujudkan dengan meresmikan kantor ESCO Oil and Gas Indonesia, di Treasury Tower, kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (2/12).

"Peresmian kantor ESCO Oil and Gas Indonesia ini sebagai tonggak pertama bahwa ESCO Oil Indonesia memulai investasinya di Indonesia. Apalagi, pembukaan kantor ini merupakan yang pertama di luar kawasan Timur Tengah,” kata Lawrence saat acara peresmian.

Esco Oil and Gas merupakan perusahaan swasta milik kerajaan (Royal owned) dengan memiliki lebih dari 70 anak perusahaan dan perusahaan mitra yang mengkhususkan diri dalam minyak dan gas baik di layanan hulu maupun hilir. Lawrence melanjutkan investasi Esco Oil and Gas Indonesia merupakan perwujudan janji dari Putra Mahkota UEA.

Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) yang menyampaikan kesedian Pemerintah Uni Emirat Arab menyiapkan dana investasi saat pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA beberapa waktu lalu.

Tim eksekutif ESCO juga menyatakan minat yang kuat untuk berinvestasi di sektor energi Indonesia dan akan jadi salah satu mitra strategis  pemerintah Indonesia. "ESCO Oil and Gas Indonesia menyatakan kesediaan untuk memberikan keahlian, teknologi, dan dukungan keuangan untuk hulu, pemurnian, manajemen, perdagangan, pasokan, pelatihan, dan juga jasa," terang Lawrence.

Investasi dari ESCO ditargetkan untuk proyek-proyek yang mencakup pengembangan kilang bio, penyimpanan minyak mentah, bahan bakar dan LPG, serta pasokan energi masa depan, seperti geothermal dan hidrogen.

Di sisi lain, ESCO memasok minyak mentah (crude) dan produk minyak ke mitra terpilih di sejumlah negara dengan kemitraan jangka panjang untuk pasokan produk dan jasa terkait.

ESCO juga bekerja sama dengan perusahaan minyak seperti Nasional Nigeria (NNPC), Perusahaan Minyak Libya (LOC), Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG), dan Organisasi Negara untuk Pemasaran Minyak (SOMO), serta banyak kilang di kawasan Teluk.

"ESCO Oil and Gas Indonesia bersama ESCO UEA akan berpartisipasi dan bekerja sama dalam proyek-proyek migas, serta produksi energi bersih (clean energy) dan terbarukan ke depan," ujarnya.

Lawrence juga menyebutkan akan menghadirkan talenta kelas dunia ke Indonesia, untuk membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang manajemen, keuangan, merger dan akuisisi, dan teknologi energi terbarukan DME & LPG.

"Kami berharap kehadiran kami di Indonesia bisa membantu sektor migas dan ketahanan energi termasuk renewable and clean energy, dan memberi multiplier effect pada sektor ekonomi serta peningkatan mutu sumber daya manusia," tutup Lawrence. (OL-13)

Baca Juga: SKK Migas Siap Operasikan 12 Proyek Migas di 2020

Baca Juga

DOK MI

Kecelakaan Fatal Pesawat Indonesia di Bawah Rata-Rata Global

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 15 Januari 2021, 21:40 WIB
Kecelakaan fatal pesawat di Tanah Air sudah jarang terjadi lantaran banyak dilakukan perbaikan dari sisi regulasi dan pengawasan...
Antara/Aditya Pradana Putra

OJK: Covid-19 Buat Kredit Perbankan Minus 2,41% di 2020

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 15 Januari 2021, 20:52 WIB
Menurutnya, perekonomian nasional pun terkontraksi cukup dalam, sehingga menekan kinerja sektor riil dan mengurangi pendapatan...
MI/DHIKA KUSUMA WINATA

Rekaman Suara Kokpit Sriwijaya Air Jelas Hoaks

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 15 Januari 2021, 20:45 WIB
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru menemukan satu komponen kotak hitam (black box) berupa flight data...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya