Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
REALISASI belanja daerah untuk penanganan pandemi covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dinilai sangat lambat. Hal itu ditekankan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
“Kita lihat beberapa belanja daerah tunjukkan eksekusi yang tidak secepat dibayangkan,” pungkas Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12).
Ani menjelaskan total anggaran penanganan covid-19 yang disediakan pemerintah sebesar Rp72,45 triliun. Namun hingga kini, baru terealisasi 42,23% atau Rp30,6 triliun, lantaran daerah menghadapi sejumlah kendala.
Baca juga: Apindo Sesalkan Daerah yang Naikkan UMP 2021
Adapun kendala yang dimaksud mencakup kesulitan komunikasi dan koordinasi dengan Satgas Covid-19 dan pemerintah daerah (pemda) lain. Kemudian, waktu pelaksanaan tender kegiatan yang relatif sempit, serta pengawasan pelaksanaanya belum cukup kuat.
Menyoroti alokasi anggaran bidang kesehatan sebesar Rp30,4 triliun, yang terealisasi hingga Oktober sebesar Rp14,9 triliun. Capaian itu sedikit meningkat Rp1,54 triliun dibandingakan periode September, yakni Rp13,38 triliun.
Untuk alokasi jaring pengaman sosial sebesar Rp22,8 triliun dan baru terealisasi Rp12,91 triliun per Oktober. Capaian itu meningkat Rp1,15 triliun dibandingkan periode September sebesar Rp11,75 triliun.
Baca juga: Menkeu: Pemulihan Ekonomi Jangan Hanya Bergantung pada APBN
Terkait dukungan ekonomi dengan alokasi Rp19,24 triliun, lanjut Ani, baru terealisasi Rp2,75 triliun per Oktober. Itu meningkat Rp110,1 miliar dibandingkan September, yakni Rp2,64 triliun.
“Tampaknya daerah sangat tergantung pada program pemerintah pusat. Program mereka sendiri eksekusinya belum secepat dan se-urgent yang dilakukan pemerintah pusat,” tutur Bendahara Negara.
Ani berharap pemda segera menyerap belanja penanganan covid-19 dalam APBD. Sehingga, upaya pemulihan ekonomi lebih cepat terealisasi. “Ini jadi satu pembelajaran. Tentu kita harap APBD juga lakukan seluruh program, sehingga membantu countercyclical-nya,” katanya.(OL-11)
Hingga 30 September 2025, realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) baru 62,8% dari target. Bahkan, ada tiga K/L besar yang serapannya masih di bawah 50%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menjanjikan penyerapan anggaran kementeriannya bisa mencapai 96% pada akhir tahun.
Serapan anggaran untuk belanja daerah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di semester pertama 2025 baru sekitar 37%.
Peringatan keras ini disampaikan saat membuka kegiatan Laporan Realisasi Belanja Daerah dan Realisasi PAD Triwulan II Tahun 2025 di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (13/8).
SERAPAN anggaran akhir tahun 2023 yang mencapai 100,2% dari alokasi Perpres 75/2023 dinilai tidak menjamin mampu meningkatkan kualitas anggaran. Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi
PEMERINTAH membantah menahan aktivitas belanja untuk mendapatkan angka defisit anggaran yang kecil. Pasalnya realisasi belanja negara justru melampaui alokasi dana APBN
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved