Selasa 01 Desember 2020, 19:15 WIB

Menkeu: Belanja Daerah untuk Program PEN Sangat Lamban

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Menkeu: Belanja Daerah untuk Program PEN Sangat Lamban

Antara/Sigid Kurniawan
Menkeu Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI.

 

REALISASI belanja daerah untuk penanganan pandemi covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dinilai sangat lambat. Hal itu ditekankan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Kita lihat beberapa belanja daerah tunjukkan eksekusi yang tidak secepat dibayangkan,” pungkas Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12).

Ani menjelaskan total anggaran penanganan covid-19 yang disediakan pemerintah sebesar Rp72,45 triliun. Namun hingga kini, baru terealisasi 42,23% atau Rp30,6 triliun, lantaran daerah menghadapi sejumlah kendala.

Baca juga: Apindo Sesalkan Daerah yang Naikkan UMP 2021

Adapun kendala yang dimaksud mencakup kesulitan komunikasi dan koordinasi dengan Satgas Covid-19 dan pemerintah daerah (pemda) lain. Kemudian, waktu pelaksanaan tender kegiatan yang relatif sempit, serta pengawasan pelaksanaanya belum cukup kuat.

Menyoroti alokasi anggaran bidang kesehatan sebesar Rp30,4 triliun, yang terealisasi hingga Oktober sebesar Rp14,9 triliun. Capaian itu sedikit meningkat Rp1,54 triliun dibandingakan periode September, yakni Rp13,38 triliun.

Untuk alokasi jaring pengaman sosial sebesar Rp22,8 triliun dan baru terealisasi Rp12,91 triliun per Oktober. Capaian itu meningkat Rp1,15 triliun dibandingkan periode September sebesar Rp11,75 triliun.

Baca juga: Menkeu: Pemulihan Ekonomi Jangan Hanya Bergantung pada APBN

Terkait dukungan ekonomi dengan alokasi Rp19,24 triliun, lanjut Ani, baru terealisasi Rp2,75 triliun per Oktober. Itu meningkat Rp110,1 miliar dibandingkan September, yakni Rp2,64 triliun.

“Tampaknya daerah sangat tergantung pada program pemerintah pusat. Program mereka sendiri eksekusinya belum secepat dan se-urgent yang dilakukan pemerintah pusat,” tutur Bendahara Negara.

Ani berharap pemda segera menyerap belanja penanganan covid-19 dalam APBD. Sehingga, upaya pemulihan ekonomi lebih cepat terealisasi. “Ini jadi satu pembelajaran. Tentu kita harap APBD juga lakukan seluruh program, sehingga membantu countercyclical-nya,” katanya.(OL-11)

Baca Juga

dok.kemendag

Tujuh UMKM Peserta Export Coaching Program Sukses Ekspor ke Mancanegara

👤Muhamad Fauzi 🕔Senin 27 September 2021, 08:57 WIB
KEMENDAG menyampaikan tujuh perusahaaan peserta program pendampingan ekspor (Export Coaching Program/ECP), berhasil...
Ist

Rambah Bisnis Minuman, Dua Influencer Popular Luncurkan Teh Khas Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 22:56 WIB
Youtuber dan selebritas internet, Reza Arap, mengungkapkan bahwa dirinya memang sudah lama mempunyai keinginan memiliki bisnis makanan dan...
Dok. Perikanan Nusantara

PT Perikanan Nusantara Ekspor Perdana Gurita ke AS dan Ikan Kaca Piring ke Tiongkok 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 26 September 2021, 22:24 WIB
Sigit Muhartono mengatakan, potensi Gurita di Sulawesi Selatan sangat besar sehingga bisa menjadi salah satu produk unggulan yang banyak di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Meretas Asa Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Potensi besar hanya akan tetap menjadi potensi bila tidak ada langkah nyata untuk mewujudkannya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya