Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LOS Angeles Department of Building and Safety (LADBS), Amerika Serikat (AS). secara resmi memberi sertifikasi kepada PT Gunung Raja Paksi (GRP) Tbk. Keberhasilan tersebut, menjadikan PT GRP Tbk sebagai satu-satunya produsen baja di Indonesia yang memperoleh sertifikasi tersebut.
Ekonom senior Universitas Indonesia (UI) Aviliani, menyambut baik sertifikasi LADBS yang diberikan kepada PT GRP Tbk. Terlebih melalui sertifikasi tersebut, perusahaan membuka peluang ekspor ke AS.
“(Ekspor) Itu bagus agar menjaga posisi neraca perdagangan kita ke depan. Dengan begitu, kita bisa berharap recovery pertumbuhan ekonomi nasional juga bisa lebih cepat,” tutur Aviliani.
Sejauh ini, lanjut Aviliani, kontribusi komoditas baja terhadap kinerja ekspor memang masih belum terlalu besar. Artinya, penetrasi ekspor baja yang akan digarap GRP, diharapkan dapat memperkuat kinerja ekspor baja nasional secara keseluruhan.
“Saya rasa bagus. Artinya, sejauh ini kan kontribusi baja terhadap ekspor itu masih di empat besar dengan nilai yang belum terlalu besar. Jadi kalau ada penambahan di sana, tentu dampaknya terhadap pemulihan ekonomi selama pandemi ini semakin bagus,” tegas Aviliani
Sementara itu, dalam keterangan tertulis Jumat (27/11), Presiden Komisaris PT GRP Tbk, Tony Taniwan, mengatakan,“Setelah melalui proses panjang dengan uji mutu yang sangat ketat, akhirnya kami mendapatkan sertifikasi tersebut pada November ini."
"Lisensi tipe fabrikasi High Strength Steel ini sekaligus bukti bahwa baja-baja PT GRP Tbk memang berkualitas tinggi. Kami adalah produsen baja Indonesia pertama yang memperoleh pengakuan tersebut,” jelas Tony.
Sertifikasi tersebut, lanjut Tony, merupakan modal penting bagi PT GRP Tbk, yang memang menargetkan untuk merebut pangsa pasar di AS.
Sertifikasi LADBS juga mempertegas komitmen perusahaan untuk bisa bersaing di pasar global. Terlebih, sebelumnya PT GRP Tbk juga sudah melakukan ekspor ke berbagai negara, termasuk Kanada. “Melihat kualitas baja kami, kami optimistis bisa semakin bersaing di pasar dunia,” ungkap Tony.
Proses sertifikasi LDABS memang tidak mudah. Head of Quality and Assurance PT GRP Tbk Charis Afianto menambahkan, sertifikasi dilakukan melalui uji mutu yang sangat ketat. Sebelum sertifikasi turun, PT GRP Tbk harus terlebih dahulu menjalani proses initial certification LADBS pada 29 September–6 Oktober 2020.
“Dengan turunnya sertifikat, nama PT GRP Tbk telah tercantum pada website LADBS. Website tersebut adalah salah satu referensi bagi user baja di Amerika untuk mencari produsen baja berkualitas,” kata Charis. (RO/OL-09)
Ekspansi jaringan ritel material bangunan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok sektor konstruksi di wilayah penyangga Jakarta.
Kolaborasi merupakan salah satu kunci utama penguatan industri baja nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan baja dalam negeri.
MENTERI Perindustrian (Wamenperin) Republik Indonesia, Faisol Riza, melakukan kunjungan resmi ke fasilitas produksi Tenova S.p.A. di Castellanza, Italia.
PEMERINTAH menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional 6%-8%, dan industri baja dinilai punya peran strategis sebagai fondasi pembangunan.
PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil mengapalkan muatan slab steel atau lembaran baja sebanyak 30.400 metrik ton dari Morowali menuju Cilegon.
PEMERINTAH perlu mengambil langkah konkret guna melindungi sektor strategis nasional.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved