Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bersama Perkumpulan Masyarakat Profesional Nahdliyin (Nusantara Utama Cita/NU Circle) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) mendukung Himpunan Pengembang Nusantara (HIPNU) mempercepat pencapaian target program Sejuta Rumah Pemerintah.
Khususnya dalam penyelenggaraan pembangunan perumahan berbasis komunitas. HIPNU merupakan komunitas Nahdliyin yang terbentuk dari program BTN Santri Developer yang diadakan BTN sebelumnya.
Pada peresmian pembukaan Sarasehan dan Seminar HIPNU bertajuk Mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia – Sektor Perumahan Rakyat, Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma'ruf Amin dalam sambutannya menilai pembangunan perumahan tidak hanya berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Tapi juga kualitas hidup masyakarat karena melibatkan merupakan satu kluster yang melibatkan 150 jenis usaha dan industri dan menyerap tenaga kerja yang besar. Oleh karena itu pembangunan perumahan harus didukung, sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Sehingga diperlukan ada upaya percepatan dalam mewujudkan perumahan yang layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Saat ini pemerintah mengkaji lebih lanjut skema susbidi dan intervensi sisa anggaran Subisidi Selisih Bunga dan Subsidi Bantuan Uang Muka, penggunaan tanah negara untuk perumahan rakyat, pemanfaatan Tapera, serta reformasi perumnas,” kata Ma’ruf Amin.
Adapun Seminar dan Sarasehan Nasional HIPNU 2020 diselenggarakan sebagai community response dan tanggung jawab sosial atas permasalahan yang terjadi dalam pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat.
“HIPNU diharapkan menjadi wadah berkumpulnya para pengembang perumahan Nahdliyin untuk membangun kerjasama, transfer knowledge dan sharing session seputar industri properti nasional,” kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury dalam sambutannya di acara Sarasehan Nasional HIPNU di Jakarta akhir pekan lalu.
Menurut Pahala, ada sejumlah masalah di industri properti yang membutuhkan dukungan seluruh stakeholder diantaranya (keterjangkauan) yakni adanya keterbatasan daya beli masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR), masih kurangnya pemenuhan terhadap standar keandalan bangunan dan keserasian dengan lingkungan, Perumahan dan permukiman semakin jauh dari pusat kota tanpa dukungan jaringan infrastruktur dan tidak sesuai dengan rencana tata ruang (urban sprawl), dan banyak hunian yang kurang layak.
Bank BTN sendiri dalam Program Sejuta Rumah untuk Rakyat sampai dengan 31 Oktober 2020 berkontribusi dalam merealisasikan KPR untuk: 107.762 unit untuk KPR dan memberikan dukungan kreidt kontruksi terhadap 311.138 unit rumah.
Bank BTN, kata Pahala juga turut ambil bagian dalam mendukung pertumbuhan sektor properti baik dari sisi supply and demand melalui produk dan jasa layanan perbankan Bank BTN. Dari sisi supply, BTN membuka Housing Finance Center (HFC) untuk merintis para kontraktor yang siap terjun di dunia properti, termasuk dengan menggelar Santri Developer dengan NU Circle dan IAEI.
“Kami berencana mengembangkan kembali program Santri Developer pada tahun 2021 dengan menyelenggarakan di pesantren-pesantren binaan NU guna memberi pembekalan kepada kalangan santri dan alumni pesantren mengenai dunia pengembang perumahan di Indonesia,” kata Pahala.
Sebagai informasi, program BTN Santri Developer telah sukses dilaksanakan secara online pada tanggal 11-16 Mei 2020 yang telah menjaring peserta eligible sebanyak 1.161 peserta
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Profesional Nahdlatul Ulama (NU-Circle), Gatot Prio Utomo menyampaikan rekomendasi langkah dan kebijakan dari NU circle untuk menjawab permasalahan pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Rekomendasi tersebut antara lain, adalah melibatkan partisipasi masyarakat terutama kelompok masyarakat yang memiliki akar budaya yang kuat. Dalam hal ini Nahdliyin yang memiliki akses pada lahan cukup dapat berkolaborasi dengan pengembang dengan akar Nahdliyin untuk penyediaan lahan perumahan. Rekomendasi lainnya adalah memastikan alokasi dana subsidi perumahan bagi MBR, simplifikasi prosedur perijinan pembangunan perumahan.
“Diperlukan berbagai ketrampilan dan pendampingan sehingga masyarakat menengah bawah yang lebih proporsinya adalah Nahdliyin sehingga tidak lagi menjadi objek dan target bagi pengembang, BTN dan NU Circle dalam bulan puasa 2020 sudah melakukan pelatihan awal dan akan melakukan pelatihan lanjutan di pesantren di Temu Ireng sehingga ada generasi baru santri yang akan menjadi actor aktif dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat, “ kata Gatot. (RO/E-1)
Temukan panduan lengkap tentang rumah. Mulai dari definisi, fungsi vital, ragam gaya arsitektur, hingga tips cerdas membeli hunian impian Anda di sini.
Temukan panduan lengkap mengenai rumah, mulai dari fungsi, tren desain terkini, hingga tips cerdas membeli hunian impian bagi keluarga Anda di sini.
Penggunaan material yang tepat sejak awal, seperti perpipaan yang tahan lama dan sanitary berkualitas, justru membantu memangkas biaya jangka panjang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa kesulitan untuk memiliki rumah menjadi salah satu alasan anak muda di kota takut menikah.
Rumah dan lingkungan yang terdampak banjir harus segera dibersihkan agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan kuman dan jamur yang dapat memicu munculnya masalah kesehatan dan penyakit.
Petugas mendapatkan informasi kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 02.13 WIB dan langsung mengirimkan personel ke lokasi kejadian.
Melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur 2025, peserta berpeluang masuk ke jaringan bisnis nyata
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Khusus untuk BTN, Purbaya memprediksi penyaluran kredit hanya tembus Rp10 triliun dari Rp25 triliun yang dialokasikan hingga akhir tahun.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Bank BTN Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 800 unit selama 2025.
Sepuluh developer ini mencatat kontribusi signifikan dengan total realisasi kredit mencapai Rp1,7 triliun, setara 50% dari total KPR Non Subsidi yang disalurkan BTN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved