Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) menyatakan nilai tukar rupiah terus menguat. Kondisi ini didukung langkah stabilisasi Bank Sentral, serta berlanjutnya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.
Pada Rabu (18/11), nilai tukar rupiah menguat sebesar 3,94% point to point dibandingkan dengan level akhir Oktober.
"Perkembangan ini melanjutkan penguatan pada bulan sebelumnya sebesar 1,74% point to point, atau 0,67% secara rerata dibandingkan September," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/11).
Lebih lanjut, Perry mengatakan aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik seiring dengan meredanya ketidakpastian pasar global. Serta, persepsi positif investor terhadap prospek perbaikan ekonomi domestik.
Baca juga: BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 3,75%
Dengan perkembangan ini, nilai tukar rupiah sampai Rabu (18/11), mencatatkan depresiasi sekitar 1,33% (ytd) dibandingkan akhir 2019. BI memandang penguatan nilai tukar tukar rupiah berpotensi berlanjut. Kondisi itu seiring level yang secara fundamental masih undervalue.
"Hal ini didukung defisit transaksi berjalan yang rendah, inflasi rendah dan terkendali, daya tarik aset keuangan domestik, premi risiko Indonesia yang turun, serta likuiditas global yang besar,” papar Perry.
“BI akan memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar," imbuhnya.(OL-11)
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
SUVEI Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada Februari 2026 menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap kuat di tengah isu naiknya harga minyak dunia.
CPI bersama Bank Indonesia meluncurkan buku pedoman implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan sebagai panduan mendorong ekonomi hijau dan akses pembiayaan ramah lingkungan.
GELIAT ekonomi syariah di Jawa Barat (Jabar) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tercermin dari kokohnya ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
Bank Indonesia peringatkan risiko tukar uang di jalanan. Melalui program SERAMBI 2026, BI siapkan Rp185,6 triliun uang layak edar. Simak cara tukar resmi via aplikasi PINTAR
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved