Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) menyatakan nilai tukar rupiah terus menguat. Kondisi ini didukung langkah stabilisasi Bank Sentral, serta berlanjutnya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.
Pada Rabu (18/11), nilai tukar rupiah menguat sebesar 3,94% point to point dibandingkan dengan level akhir Oktober.
"Perkembangan ini melanjutkan penguatan pada bulan sebelumnya sebesar 1,74% point to point, atau 0,67% secara rerata dibandingkan September," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/11).
Lebih lanjut, Perry mengatakan aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik seiring dengan meredanya ketidakpastian pasar global. Serta, persepsi positif investor terhadap prospek perbaikan ekonomi domestik.
Baca juga: BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 3,75%
Dengan perkembangan ini, nilai tukar rupiah sampai Rabu (18/11), mencatatkan depresiasi sekitar 1,33% (ytd) dibandingkan akhir 2019. BI memandang penguatan nilai tukar tukar rupiah berpotensi berlanjut. Kondisi itu seiring level yang secara fundamental masih undervalue.
"Hal ini didukung defisit transaksi berjalan yang rendah, inflasi rendah dan terkendali, daya tarik aset keuangan domestik, premi risiko Indonesia yang turun, serta likuiditas global yang besar,” papar Perry.
“BI akan memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar," imbuhnya.(OL-11)
BANK Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9%–5,7%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi 2025 yang berada pada rentang 4,7%–5,5%.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Komisi XI DPR RI segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved