Senin 16 November 2020, 11:45 WIB

Prospek Ekonomi RI Bagus, Indeks Masih Kuat Menanjak

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Prospek Ekonomi RI Bagus, Indeks Masih Kuat Menanjak

Antara/Puspa Perwitasari
IHSG

 

OPTIMISME pada prospek pemulihan ekonomi menyebabkan investor masih melanjukan pembelian saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI)

Indeks perdagangan Senin (16/11) dibuka menguat pada level 5.500,034 (+0,89%) dari penutupan sebelumnya di level 5,451.06. Valbury Sekuritas memperkirakan menguat pada perdagangan hari ini, dalam rentang 5.437-5.491.

Beberapa faktor-faktor penggeraknya antara lain Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan surplus pada Oktober sebesar US$2,19 miliar. Nilai tukar rupiah juga diperkirakan menguat terhadap dolar AS.

Faktor lainnya indeks bursa berjangka Wall Street sementara berada di teritorial positif. Indeks regional Asia diperkirakan menguat, sikap investor yang selektif dalam memilih saham terutama yang akan mendapat manfaat dari vaksin Covid-19.

"Selain itu, penasihat presiden AS terpilih Joe Biden menyarankan pendekatan lokal untuk mengendalikan lonjakan kasus virus korona," kata tim riset Valbury Sekuritas, Senin (16/11).

Kepercayaan investor yang besar terhadap Biden karena komitmen Biden yang akanmendorong stimulus yang lebih besar dibandingkan Trump, juga akses kesehatan yang inklusif.

Biden juga berkomtimen terhadap pembangunan infrastruktur terutama energi hijau yang dialokasikan bertriliunan dolar.

Pasar melihat hal ini dapat membantu pemulihan ekonomi AS lebih cepat, dan perhatian terhadap pandemi yang tinggi juga dapat mendukung recovery ekonomi.

Dari dalam negeri, menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap pemberian insentif pajak berupa tax holiday untuk industri pionir juga banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha digital.

Sri Mulyani mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar, dan terus berkembang setiap tahun. Dengan kemunculan berbagai industri pionir digital, dia meyakini semua potensi tersebut dapat segera terealisasi.

Sri Mulyani menyebut ekonomi digital Indonesia akan tumbuh 3 kali lipat pada 2019-2025. Dari sisi regulasi regulasi, telah ada berbagai perbaikan dan penyederhanaan demi memudahkan investor, termasuk melalui Undang-undang Cipta Kerja.

Lembaga internasional memprediksi berlakunya perundangan Cipta Kerja akan mendongkrak secara tajam pertumbuhan perekonomian dalam negeri dalam beberapa tahun ke depannya.

"Oleh karena itu, pemerintah perlu segera mengimplementasikan perundangan tersebut dalam dunia kerja di Indonesia," tutup tim riset Valbury Sekuritas.

Dalam sesi pertama perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 13,60 poin atau 0,25% ke posisi 5.474 (E-1)

Baca Juga

Ist/Kementerian BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir Tinjau Progres Pemugaran Gedung Sarinah

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Januari 2021, 10:42 WIB
Dirut PT Sarinah Fetty Kwartati mengatakan bahwa Sarinah sebagai gedung dengan predikat cagar budaya juga memiliki sebuah karya seni rupa...
Dok: PUPR

PUPR Rampungkan Empat Venue PON XX Papua 2021

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 17 Januari 2021, 09:37 WIB
Keempat venue yang sudah rampung yakni Venue Area Aquatic, Venue Istora Papua Bangkit dan Venue Arena Cricket dan Hockey Indoor dan...
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Sandiaga Pastikan Mandalika Layak Jadi Venue Wisata Olahraga

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 17 Januari 2021, 09:21 WIB
Sandiaga menyebut kawasan mandalika layak menjadi venue wisata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya