Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Ma’ruf Amin berharap seluruh desa mampu mengikuti kemajuan teknologi dengan mengurangi kesenjangan digital.
Peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang paham digital sangat dibutuhkan dalam pengembangan desa digital. Sehingga, mampu menggerakkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Adapun prinsip pembangunan harus menjadikan warga desa sebagai subyek.
“Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas SDM desa melalui kegiatan pelatihan, pendampingan dan literasi digital,” ujar Ma’ruf dalam seminar virtual, Sabtu (7/11).
Baca juga: Omzet 30 Ribu Badan Usaha Milik Desa Capai Rp2,1 Triliun
Lebih lanjut, Ma’ruf menyebut pemerintah berupaya meningkatkan percepatan akses dan pembangunan infrastruktur digital. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp30,5 triliun untuk mempercepat transformasi digital. Salah satunya, pembangunan akses internet di 4.000 desa dan kelurahan di daerah 3T.
“Sampai saat ini, terdapat 233 desa yang menjadi contoh desa digital di Indonesia,” imbuh Ma’ruf.
Infrastruktur telekomunikasi dan informasi sangat diperlukan dalam pembangunan desa digital. Dalam hal ini, melalui penyediaan jaringan, perangkat, aplikasi yang sesuai karakteristik penduduk, serta pendampingan bagi masyarakat desa. Misalnya, program Tol Langit yang menyediakan kualitas layanan internet cepat di 514 kabupaten/kota.
Baca juga: K/L Wajib Belanja Produk UMKM Minimal 40% dari Pagu Anggaran
“Tol Langit telah diwujudkan dalam program strategis nasional, yang sudah beroperasi penuh. Proyek satelit multifungsi pemerintah atau Satelit Republik Indonesia-SATRIA ditargetkan selesai pada akhir 2023,” pungkasnya.
Ma’ruf berharap dukungan penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi Tol Langit dapat mengoptimalkan pengembangan desa digital. Dirinya ingin prioritas penggunaan Dana Desa 2021 fokus kepada pelaksanaan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di tingkat desa.(OL-11)
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
SASE dapat dianalogikan sebagai “penjaga pintu digital” perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved