Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan jajarannya untuk memaksimalkan perpanjangan fasilitas tarif preferensial umum (Generalized System of Preferences/GSP) dari Amerika Serikat. Perpanjangan GSP itu harus jadi peluang untuk memperbaiki investasi.
"Saya ingin mengingatkan bahwa kesempatan untuk memperbaiki investasi, kita diberi peluang, karena kemarin GSP untuk masuk Amerika Serikat sudah diberi perpanjangan," ujar Presiden dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, yang disaksikan secara virtual, kemarin.
Presiden mengatakan perpanjangan GSP dari AS menjadi kesempatan karena Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang mendapat fasilitas tersebut. Presiden berharap nilai ekspor dapat naik dengan fasilitas GSP tersebut.
"Syukur-syukur ini dipakai kesempatan untuk menarik investasi karena kita punya fasilitas itu, sehingga orang mau mendirikan industri, pabrik di Indonesia menjadi lebih menarik. Karena untuk masuk ke AS, kita diberikan fasilitas oleh Amerika," jelas Presiden.
Untuk investasi, Presiden mengingatkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta Menko Kemaritiman dan Investasi untuk menggenjot pertumbuhan investasi di kuartal keempat 2020 supaya pada kuartal pertama 2021, yakni Januari, Februari, Maret, sudah mulai bergerak kembali.
Dalam penjelasan resminya, Minggu (1/11), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan perpanjangan GSP untuk lebih dari 700 produk ekspor asal Indonesia. Ia juga menggarisbawahi adanya kenaikan nilai ekspor produk Indonesia yang menggunakan fasilitas GSP pada tahun ini.
"Dari Januari sampai Agustus 2020, di tengah pandemi covid-19, nilai ekspor Indonesia yang menggunakan fasilitas GSP tercatat US$1,87 miliar (sekitar Rp27,3 triliun) atau naik 10,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya," ujarnya.
Kesempatan UMKM
Di kesempatan terpisah, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan perpanjangan GSP menjadi peluang bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar ke AS dengan lebih mudah. Terlebih, saat ini harga komoditas Tiongkok sedang tidak kompetitif di pasar AS karena adanya penerapan tarif impor dari 'Negeri Paman Sam'.
"Ini berkah besar bagi Indonesia di saat ekonomi sedang sulit sekarang ini. Apalagi produk-produk yang mendapat fasilitas GSP berasal dari kelompok produk yang banyak menyerap tenaga kerja dan bisa diproduksi oleh para UKM di Indonesia," ujar Teten.
Ia juga berencana mengusulkan penambahan jenis produk yang bisa memperoleh GSP, khususnya produk yang diproduksi UKM. Selain itu, produk UKM yang masuk GSP perlu diproduksi dalam suatu kawasan/sentra atau dengan bentuk factory sharing sehingga terbentuk ekosistem yang efisien.
Senada dengannya, Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyampaikan bahwa perpanjangan GSP jadi peluang pemerintah untuk meningkatkan sektor nonmigas yang masih tenggelam, seperti ekspor tekstil yang masih tenggelam lantaran serbuan impor. (Iam/Ant/E-2)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved