Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREKONOMIAN Indonesia akan pulih secara bertahap seiring dengan menggeliatnya aktivitas ekonomi dan munculnya rasa aman dari masyarakat.
Menurut Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, rasa aman itu muncul karena diterapkannya protokol kesehatan yang akhirnya memobilisasi geliat ekonomi dalam negeri.
“Kita yakin pemulihan terjadi secara gradual sejalan dengan rasa aman di tengah masyarakat. Penerapan 3M bisa menciptakan rasa aman dan membuat kita lebih yakin melakukan kegaitan ekonomi, produksi dengan menjaga protokol kesehatan, sehingga ekonomi bisa pulih bertahap. Sehingga nanti ketika kita mendapatkan vaksin, maka mungkin akan menciptakan rasa aman yang lebih kuat lagi,” ujarnya saat memberi sambutan dalam webinar bertajuk Strategi Sektor Keuangan Non Bank dalam Dorong Pertumbuhan Ekonomi melalui Teknologi, Selasa (27/10).
Rasa aman yang timbul di masyarakat, kata Suahasil, menjadi alas keyakinan pemerintah ihwal prospek perekonomian nasional saat ini. Optimisme itu juga dituangkan dalam target pertumbuhan ekonomi nasional dalam APBN 2021 yang dipatok sebesar 5%.
Target itu karena pemerintah melihat adanya technical rebound perekonomian nasional setelah diperkirakan di 2020 akan tumbuh di zona negatif. Hal lainnnya ialah berlanjutnya tren pemulihan bertahap yang sudah terlihat sejak memasuki triwulan III 2020.
Baca juga : Hari Terakhir Perdagangan Bulan Oktober, IHSG Cenderung Variatif
“Terakhir IMF (International Monetary Fund) memperkirakan perekonomian global akan kontraksi sampai dengan 4,4% pada 2020. Tentu Indonesia tidak terlepas dari konteks tersebut. Kita selalu mengatakan kita memiliki keyakinan bahwa perekonomian Indonesia itu bagian dari perekonomian dunia. Karena itu sekarang kita melihat di 2020 ini, secara forward looking, kita memang akan mengalami kontraksi,” imbuh Suahasil.
Kendati demikian, pemerintah meyakini pertumbuhan negatif dan terdalam itu hanya akan terjadi di triwulan II kala ekonomi Indonesia tumbuh minus 5,32%. Pada triwulan III dan IV pemerintah optimis terjadi akselerasi pemulihan secara bertahap.
“Kontraksinya ini akan mengecil di ujung 2020. Kalau di triwulan II kemarin kita kontraksi di 5,32%, di triwulan III ini sejalan dengan pemulihan sejak Juli hingga Agustus, gerak ekonomi sudah mulai terlihat menggeliat, UMKM sudah mulai ada yang melakukan proses produksi lagi. Kita memperkirakan bahwa kontraksi perekonomian Indonesia itu akan ada di 2020 dan sejalan dengan pemulihan,” pungkas Suahasil.
Diketahui, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional di 2020 berada dalam rentang minus 1,7% hingga 0,6%. Itu lebih dalam karena sebelumnya pemerintah memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran minus 0,4% hingga 2,3%. (OL-2)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved