Sabtu 24 Oktober 2020, 03:45 WIB

Matahari Rugi Rp617 Miliar dalam Masa Pandemi

Ins/Des/E-1 | Ekonomi
Matahari Rugi Rp617 Miliar dalam Masa Pandemi

MI/RAMDANI
PT Matahari Department Store Tbk mengalami kerugian ratusan miliar dalam masa pandemi.

 

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melaporkan kerugian sebesar Rp617 miliar selama sembilan bulan terakhir pada 2020.

“Sepanjang tahun ini, tujuh gerai format besar dan seluruh gerai khusus ditutup,” sebut CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Terry O’Connor seperti dikutip dari website resmi Matahari, kemarin.

Disebutkan, sampai saat ini Matahari meng­­­operasikan 153 gerai di 76 kota di se­lu­ruh Indonesia. Perseroan berniat untuk mengakhiri tahun ini dengan portofolio se­kitar 150 gerai format besar.

Untuk mengurangi dampak pandemi, Ma­tahari telah melakukan pengetatan biaya, termasuk upaya negosiasi untuk memperoleh keringanan sewa. Hasilnya terjadi penurunan beban operasional 26,2% pada kuartal ketiga dan 29,3% pada periode Januari sampai dengan September.

Adapun penjualan kotor dilaporkan sebesar Rp5,9 triliun, sedangkan pendapatan bersih turun 57,5% menjadi Rp3,3 triliun.  “Pemulihan pemotongan gaji telah dimulai sejalan dengan pemulihan kami, dan di­rencanakan untuk pulih sepenuhnya pada kuartal 4 2020,” ungkap Terry.

Penjualan Unilever

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menca­tatkan penjualan bersih sebesar Rp32,4 tri­liun pada kuartal III-2020 atau tumbuh 0,3% jika dibandingkankan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan ini didorong pertumbuhan penjualan domestik sebesar 0,8%.

Selain itu, perseroan juga mencatat peningkatan positif pada penjualan ritel domestik (tanpa UFS) sebesar 1,7% pada tahun berjalan September 2020. Pertumbuhan ini didorong peningkatan penjualan produk kesehatan dan kebersihan, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyara­kat akan pentingnya kesehatan selama pandemi.

Perseroan juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp5,4 triliun, turun 1,27% ji­ka dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp5,51 triliun.

“Meskipun sulit untuk memprediksi berapa lama pandemi ini akan berlangsung, prioritas kami tetap sama dan konsisten, yaitu membangun bisnis yang mampu bersaing di masa sulit seperti ini,” ujar Presiden Direktur Unilever Indonesia, Hemant Bakshi, dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Pada kuartal III 2020, Perseroan meluncurkan berbagai inovasi yang relevan untuk menjawab kebutuhan konsumen, seperti Rinso Laundry Disinfektan, Vixal Bleach Disinfektan dan Molto Fabric Spray.(Ins/Des/E-1)

Baca Juga

Dok. kemendag

Tiga UKM Binaan ECP Kemendag Kembali Tembus Pasar Ekspor 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 00:08 WIB
PT Agro Global Sentosa dari Makassar melakukan ekspor cengkeh lalpari ke pasar Singapura dengan nilai transaksi USD 90...
Antara/Fauzan

Dorong Perlindungan Bagi Pekerja Perempuan, Kemenaker : Perlu Dialog Intensif Pekerja dan Perusahaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 23:59 WIB
"Dialog sosial akan sangat berpengaruh dan memberikan manfaat bagi inklusivitas pekerja perempuan di dunia kerja,"...
Antara

KKP Targetkan Ekspor Udang Sambas Hasilkan Rp720 M/Tahun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 22:12 WIB
KKP menargetkan ekspor udang dari Sambas mencapai 9.000 ton per tahun pada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya