Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGINYA importasi tembakau yang dilakukan industri rokok sebagai dampak perubahan trend industri rokok berimbas terhadap menurunnya harga jual tembakau petani. Guna melindungi petani tembakau, pemerintah mengusulkan agar bea masuk impor bahan baku tembakau dinaikkan sebesar 15%.
Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Kementerian Pertanian (Kementan), Hendratmojo Bagus Hudoro, mengatakan, usulan kenaikan bea masuk impor bahan baku tembakau sudah pada tahap public hearing beberapa minggu lalu.
“Saat ini usulan tersebut sedang diformulasikan dari draft yang telah disusun dan masukan pendapat para peserta public hearing,” kata Bagus, dalam sebuah webinar, di Jakarta, Senin (19/10).
Bagus mengatakan, untuk melindungi petani tembakau telah diusulkan supaya bea impor bahan baku tembakau tahun ini dinaikkan dibanding tahun lalu. “Usulannya dinaikkan menjadi 15%,” ujarnya.
Menurut Bagus, bergesernya indusri rokok dari sigaret kretek tangan (SKT) ke sigaret kretek mesin (SKM) yang didominasi SKM mild turut berperan besar terhadap ketidakstablilan permintaan tembakau rakyat.
Bahkan, makin besarnya proporsi SKM (khususnya mild) membuat permintaan industri hasil tembakau (IHT) kurun tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Karena, permintaan pabrik rokok didominasi tembakau virginia, yang umumnya masih impor.
“Pabrikan harus impor tembakau virginia dan tembakau aromatic lainnya karena produksi di dalam negeri masih terbatas,” ujar Bagus.
Bagus menuturkan, tembakau virginia yang ditanam petani Bali, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) seluas 43.674 ha, produksinya hanya sekitar 58.261 ton pada tahun 2019. Sedangkan permintaan pabrik rokok untuk memproduksi SKM mild cukup besar.
Lantaran produksinya masih terbatas, impor bahan baku tembakau (khususnya virginia) tak bisa dihindari, bahkan cukup tinggi. Pada tahun 2017 tercatat sebanyak 119,54 ribu ton. Kemudian pada tahun 2018 sebanyak 121,39 ribu ton.
Sementara itu, pada tahun 2019 sebanyak 110,92 ribu ton (data sementara). Sedangkan nilai impornya pada tahun 2017 sebesar 618,66 juta dolar AS. Pada tahun 2018 sebesar 695,71 juta dolar AS, dan pada tahun 2019 sebesar 580 juta dolar AS.
Menurut Bagus, selain impor, Indonesia juga ekspor tembakau ke sejumlah negara. Data menyebutkan, pada tahun 2019, Indonesia ekspor tembakau sebanyak 33,22 ribu ton dengan nilai 201,95 juta dolar AS. (RO/OL-09)
PVTPP Kementan mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Siperintis.
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
NILAI impor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2025 tercatat mencapai US$1.866.025.235,82.
Dengan pertukaran data berbasis elektronik antarotoritas negara, perubahan atau manipulasi dokumen menjadi sulit dilakukan.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan barang pada Oktober 2025 mencatatkan surplus sebesar US$2,39 miliar.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved