Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menilai konsolidasi atau merger perbankan sudah menjadi tren.
OJK pun mempersilakan perbankan untuk berkonsolidasi mencari mitra. Sehingga, dapat meningkatkan permodalan dan skala bisnis.
Apalagi di masa pandemi covid-19, perbankan sebaiknya menyediakan teknologi digital yang canggih untuk melayani kebutuhan nasabah. Teknologi perbankan yang tidak mumpuni tentu akan sulit bersaing.
Baca juga: Pengusaha Dukung Merger Bank Syariah BUMN
"Layanan perbankan dengan smartphone menjadi hal yang pokok," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana dalam wawancara virtual, Kamis (15/10).
Mengingat penyediaan teknologi digital membutuhkan modal besar, OJK mengimbau perbankan mencari mitra. Sehingga, bank tersebut bisa lebih efisien dan berdaya saing.
"Itu policy OJK, mengharapkan bank-bank di Indonesia untuk selalu memperkuat diri. Di tengah tantangan yang semakin besar," imbuh Heru.
Baca juga: Gubernur BI: Presiden Jamin Independensi Bank Sentral
Lebih lanjut, dia memandang sudah banyak bank di Indonesia yang melakukan konsolidasi. Upaya itu dapat meningkatkan layanan perbankan berskala besar. OJK tidak mau mendikotomikan antara mitra asing dan lokal.
Heru menekankan kesempatan terbuka bagi pihak yang ingin memperkuat perbankan nasional. Serta, memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.
"Saat mereka menunjukkan keinginan mengambil alih bank, kami akan melihat dahulu apa kontribusinya bagi ekonomi nasional. Kalau mendukung dan rencana bisnisnya bagus, tentu kami dukung," tandasnya.(OL-11)
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved