Rabu 14 Oktober 2020, 15:40 WIB

Pengusaha Dukung Merger Bank Syariah BUMN

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Pengusaha Dukung Merger Bank Syariah BUMN

Antara/Hafidz Mubarak
Ilustrasi pegawai bank syariah saat melayani nasabah.

 

LANGKAH Kementerian BUMN untuk menggabungkan tiga bank umum syariah disambut positif kalangan pengusaha muda dan organisasi Islam.

Sebab, upaya itu dapat memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Tanggapan positif disampaikan Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Arief Rosyid.

Menurut Arief, merger bank umum syariah anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) merupakan kebijakan yang tepat. “Langkah yang diambil Menteri BUMN sudah tepat dan membawa angin segar untuk kemajuan ekonomi syariah,” ujar Arief dalam keteragan resmi, Rabu (14/10).

Baca juga: Erick Thohir: Merger Bank Syariah Langkah Awal Menuju Kelas Dunia

“Mengingat sekitar 70% kegiatan ekonomi dan keuangan syariah saat ini masih berpusat di perbankan syariah," imbuhnya.

Arief menilai merger bank umum syariah pelat merah menjadi bukti komitmen pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Kebijakan ini juga tepat dilakukan saat pandemi covid-19 masih belum mereda.

Di tengah pandemi, Indonesia memiliki peluang besar untuk memajukan perekonomian nasional. Momentum ini bisa didorong dengan aksi merger bank umum syariah milik Himbara. Apalagi, kinerja sejumlah bank syariah tergolong baik dan di atas rata-rata industri perbankan nasional.

“Ini melanjutkan komitmen Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin untuk mendorong kemajuan umat Islam dalam konteks ekonomi,” pungkas Arief.

Senada, Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas berpendapat merger bank umum syariah milik negara harus segera diwujudkan. Kebijakan ini diyakini memperkuat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

“Bank syariah yang kuat sangat dibutuhkan di tengah pertumbuhan ekonomi syariah di berbagai negara, termasuk Indonesia. Saya kira bagus apabila bank syariah BUMN merger,” tutur Robikin.

Baca juga: Realisasi Keuangan Syariah Baru 8,5%, Wapres: Potensi Masih Besar

Langkah awal konsolidasi tiga bank umum syariah milik BUMN ditandai dengan penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN pada Senin (12/10) lalu.

CMA merger ditandatangani perwakilan tiga bank Himbara, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, serta tiga bank syariah BUMN yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Berdasarkan data OJK hingga Juni 2020, nilai aset keuangan syariah di Indonesia mencapai Rp1.608,50 triliun, atau tumbuh 20,45% secara tahunan (yoy). Adapun market share keuangan syariah di kisaran 9,63%.(OL-11)

Baca Juga

MI/ M Ilham Al Machmudi

Pemasaran Tol Laut Perlu Ditingkatkan

👤M Iqbal Ramadhan 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 08:45 WIB
Pada awal Oktober sendiri Lognus 6 berhasil mengangkut 150 TEUs dari Kepulauan Maluku Utara ke...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Angkasa Pura II Hemat Rp1,8 T selama Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 08:31 WIB
Fasilitas yang digunakan di bandara disesuaikan dengan pergerakan penumpang sehingga penetapan pola operasional ini memungkinkan bandara...
AFP/David Gray

Harga Emas Melonjak 14 Dolar Saat Optimisme Bantuan Covid-19 di AS

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:47 WIB
Optimisme investor meningkat bahwa paket bantuan virus korona AS akan diumumkan sebelum pemilihan presiden 3 November, memicu naiknya harga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya