Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian BUMN pada hari ini, Selasa, (13/10) akan mengumumkan hasil penandatanganan conditional merger agreement (CMA) tiga bank syariah BUMN. Menteri BUMN Erick Thohir melalui video yang beredar mengatakan mereka akan menjadi satu keluarga. Bank yang melakukan merger yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri.
Penandatanganan CMA ini berimbas kepada saham bank syariah bumn yaitu BRIsyariah (BRIS) yang melonjak 23% menuju level 1.110 sejak pembukaan perdagangan Selasa (13/10) pada level 920 pada Senin (12/10) saham BRIS ditutup pada level 900.
Namun proses legalitas CMA ini masih menunggu izin pernyataan efektifitas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang paling lambat dikeluarkan pada kuartal I-2021.
Selain itu, BRI Syariah juga dikabarkan akan menjadi induk usaha holding bank syariah pelat merah. Hal ini berdasarkan besaran aset dari induknya yakni Bank BRI, yang masih lebih besar daripada kedua bank lainnya yaitu Bank Mandiri dan Bank BNI. Namun Kementerian BUMN belum memberikan penjelasan resminya.
Setelah ketiga Bank Umum Syariah (BUS) itu merger, total aset mereka menjadi Rp214,6 triliun. Laporan keuangan Juni 2020, menyebut aset Bank Syariah Mandiri sebesar Rp114,4 triliun, BNI Syariah Rp50,7 triliun, dan BRI Syariah Rp49,5 triliun.
Berdasarkan data OJK, market share dari keuangan syariah terdadap sistem keuangan di Indonesia per April 2020 mencapai 9,03% dengan total aset keuangan syariah Indonesia, tidak termasuk saham syariah, mencapai Rp1.496,05 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Heru Kristiyana mengatakan belum lama ini bahwa merger bank syariah dapat mengakselerasi keuangan syariah nasional serta memperkuat permodalan bank syariah di Indonesia. Dengan menjadi satu holding, bank syariah ditargetkan bisa mencapai bank BUKU 4 dengan modal Rp30 triliun. (E-3)
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved